Kompas.com - 18/02/2022, 12:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Marsdya Donny Ermawan Taufanto menyebut bahwa pemerintah melakukan pengadaan pesawat-pesawat tempur bukan tanpa alasan.

Sebagai informasi, pemerintah berencana melakukan pengadaan pesawat tempur Rafale dan F-15 IX.

Ia mengeklaim, kondisi kesiapan pesawat tempur Inodnesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemunduran. Salah satunya adalah usia pesawat tempur yang sudah tua. 

Donny menyebutkan beberapa alutsista TNI AU mulai dari F5, Hawk 100 dan 200 yang berusia lebih dari 25 tahun, dan mulai memasuk "usia pensiun".

Baca juga: Prabowo Borong 42 Jet Tempur Rafale, Eks KSAU: Pabrik Pesawat Sedang Cuci Gudang

Pesawat tempur F5 telah tidak dioperasionalkan dalam beberapa tahun terakhir dan belum ada penggantinya hingga saat ini. Menyusuk pesawat Hawks 100 dan 200 yang sudah berusia lebih dari 25 tahun dan dalam kondisi tingkat kesiapan yang rendah tentunya akan memasuki masa purna tugas beberapa tahun mendatang,” kata Donny dalam diskusi virtual, Kamis (17/2/2022).

Donny berujar, Indonesia saat ini hanya mengandalkan 33 pesawat F-16 AM, BM, C dan D yang sudah berusia lebih dari 30 tahun, serta 16 pesawat Sukhoi Su 27 dan Su 30 dengan usia hampir 20 tahun.

Baca juga: Sebut Indonesia Beli Rafale saat Cuci Gudang, Eks KSAU: Pabrik Jet Tempur Mau Beralih ke Drone

Itu pun beberapa suku cadang pesawatnya mengalami keterbatasan. Keterbatasan juga dialami dalam hal jenis dan jumlah peluru kendali, sehingga kesiapan tempur pesawat F16 dan Sukhoi Su 27 dan Sukhoi Su 30 diklaim tidak maksimal.

“Dengan kondisi yang demikian menjadi kewajiban Kementerian Pertahanan untuk merencanakan pesawat tempur yang akan bertugas di tahun 2030 dan 2040-an,” kata Donny.

“Proses pengadaan pesawat tempur beserta persenjataannya cukup panjang. Waktunya paling cepat 5 tahun, mengharuskan pemerintah untuk mengadakannya pada Renstra 2020-2024 jika pesawat tempur tersebut akan dioperasionalkan pada tahun 2030-an,” lanjutnya.

Ia menganggap, Renstra 2020-2024 menjadi periode krusial dalam mempertahankan kesinambungan kemampuan skadron tempur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.