Kompas.com - 13/02/2022, 12:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi II DPR diminta berkomitmen memenuhi ketentuan minimal keterwakilan 30 persen perempuan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022-2027.

Wakil Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik FISIP UI, Hurriyah mengatakan, keterwakilan perempuan dalam lembaga penyelenggara pemilu penting untuk menghadirkan proses pemilu yang inklusif.

"Kami mendorong DPR agar bisa menunjukkan semangat inklusi dan perspektif gender dalam proses uji kelayakan dan kepatutan, serta mendorong Komisi II DPR berkomitmen memenuhi amanat konstitusi dan UU Pemilu untuk memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen," ujar Hurriyah dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Minggu (13/2/2022).

Menurut Hurriyah, uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota KPU dan Bawaslu merupakan momentum krusial untuk memastikan komposisi penyelenggara pemilu yang terpilih didasarkan prinsip inklusivitas yang mengedepankan kesetaraan gender.

Baca juga: Pusako Harap Keterwakilan Perempuan Penyelenggara Pemilu Minimal 50 Persen

Ia berpendapat, prinsip ini penting karena demokrasi bergantung pada partisipasi dan representasi semua warga negara dalam proses konstitusi dan demokrasi.

"Maka sangat penting menghadirkan spirit, komitmen, dan political will yang kuat dari Komisi II untuk memastikan keterpilihan perempuan lebih banyak di KPU dan Bawaslu," katanya.

Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari, menyatakan penting bagi negara menghadirkan kebijakan-kebijakan pemilu yang tidak bias gender.

Karena itu, kehadiran perempuan dalam lembaga penyelenggara pemilu betul-betul harus diwujudkan.

"Sangat penting untuk memastikan agar keterwakilan perempuan betul-betul ada," ucapnya.

Adapun uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon anggota KPU dan Bawaslu akan digelar Komisi II DPR pada 14-16 Februari 2022.

Calon anggota KPU terdiri atas 10 lelaki dan 4 perempuan. Mereka dalam urutan abjad adalah August Mellaz, Betty Epsilon Idroos, Dahliah, Hasyim Asy’ari, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Idham Holik, Iffa Rosita, Iwan Rompo Banne, Mochamad Afifuddin, Muchamad Ali Safa’at, Parsadaan Harahap, Viryan, Yessy Yaty Momongan, dan Yulianto Sudrajat.

Baca juga: Keterwakilan Perempuan di Penyelenggara Pemilu

Sementara itu, 10 nama calon anggota Bawaslu terdiri dari 7 lelaki dan 3 perempuan. Mereka adalah Aditya Perdana, Andi Tenri Sompa, Fritz Edward Siregar, Herwyn Jefler Malonga, Lolly Suhenty, Mardiana Rusli, Puadi, Rahmat Bagja, Subair, dan Totok Hariyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.