Wapres: Masyarakat Harus Nikmati Buah Perkembangan Ekonomi Digital

Kompas.com - 27/01/2022, 14:42 WIB
|
Editor Krisiandi

TANGERANG, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan, masyarakat Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen di tengah perkembangan ekonomi digital, tetapi harus ikut menjadi produsen agar turut menikmati hasilnya.

"Kita tidak ingin masyarakat Indonesia sekadar menjadi konsumen, tapi harus mampu menjadi produsen yang turut menikmati buah dari perkembangan ekonomi digital," kata Ma'ruf saat menghadiri acara pencanangan Global Halal Hub di Tangerang, Banten, Kamis (27/1/2022).

Baca juga: Kementerian PPPA: Infrastruktur Jadi Kendala Terbesar Perempuan Akses Ekonomi Digital

Ma'ruf mengatakan, pemerintah akan terus mendorong seluruh pihak untuk memanfaatkan potensi ekonimi digital Indonesia yang sangat besar dan masih akan terus tumbuh.

Ia menyebutkan, Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025 dengan nilai mencapai Rp 1.700 triliun.

Menurut Ma'ruf, perkembangan kontektivitas digital membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk-produknya melalui marketplace dan media sosial.

"Peluang-peluang ini harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja ekspor produk UMKM, seperti melalui digitalisasi pengelolaan dan pemasaran produk halal hingga mampu menembus persaingan pasar global," ujar Ma'ruf.

Baca juga: Jokowi Bidik Ekonomi Digital: Potensi Capai 124 Miliar Dollar AS sampai 2025

Di samping itu, Ma'ruf juga menegaskan, pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus mendorong peningkatan ekspor produk halal Indonesia.

Hal itu dilakukan dengan mengembangkan infrastruktur dan klaster industri halal, percepatan standardisasi halal, serta peningkatan kontirbusi industri halal terhadap neraca perdagangan nasional.

"Ini saya kira Pak Menteri Perindustrian terus mengembangkan, termasuk kawasan-kawasan industri halal. Menteri Perdagangan juga terus membuka daerah-daerah, wilayah-wilayah, negara-negara tempat kita mengekspor, tujuan ekspor selain negara yang sudah tradisional," kata Ma'ruf.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.