Resmikan Halal Center, Ma'ruf Harap Madura jadi Pelopor Pengembangan Riset Produk Halal

Kompas.com - 13/01/2022, 21:30 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, beberapa saat sebelum bertolak ke Jawa Timur untuk melakukan kunjungan kerja, Kamis (13/1/2021). Dokumentasi/BPMI SetwapresWakil Presiden Ma'ruf Amin di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, beberapa saat sebelum bertolak ke Jawa Timur untuk melakukan kunjungan kerja, Kamis (13/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap, kehadiran Halal Center Universitas Trunojoyo Madura yang ia resmikan dapat mendukung tumbuhnya produk-produk halal sehingga gaya hidup halal masyarakat Madura akan berkembang.

"Harapan besar kita tentu Pulau Madura akan menjadi salah satu pelopor bagi pengembangan riset produk halal, sekaligus gaya hidup halal di tanah air," kata Ma'ruf saat meresmikan Halal Center UTM di Bangkalan, Kamis (13/1/2022), dikutip dari siaran pers.

Ma'ruf menuturkan, masyarakat dunia kini menyaksikan bahwa perkembangan industri halal mengarah menjadi gaya hidup.

Baca juga: Mahfud Beberkan Proyek Satelit Kemenhan yang Rugikan Negara Ratusan Miliar Rupiah

Menurut dia, kesadaran untuk mengonsumsi produk yang terjamin halal kini semakin luas, tidak hanya pada sektor makanan dan minuman, tetapi juga kosmetik, fesyen, dan pariwisata.

"Hal yang sama kita harapkan dapat juga dikembangkan di Madura. Gaya hidup Islami yang mengakar kuat di tengah masyarakat, tentu menjadi awalan yang baik untuk upaya percepatan halal lifestyle secara lebih luas," ujar Ma'ruf.

Oleh karena itu, ia berharap industri produk halal dapat terus dikembangkan di Madura, baik dari sektor makanan dan minuman maupun pertanian, perikanana dan kelautan, pariwisata, serta beragam potensi besar lainnya.

Baca juga: Cerita Mahfud MD Ada Dirjen Mundur karena Dimintai Setoran Rp 40 Miliar oleh Menteri

Ma'ruf juga ingin agar produk-produk dari Madura dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri halal, terlebih dengan adanya Kawasan Industri Halal (KIH) di Sidoarjo.

Namun, Ma'ruf mengingatkan agar pengembangan industri di Madura tetap menempatkan masyarakat Madura sebagai subhek pembangunan, salah satunya dengan bertumpu pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Jangan sampai nantinya warga Madura hanya menjadi penonton dari gemuruh pembangunan industri di wilayah sendiri," ujar dia.

Di samping itu, Ma'ruf juga berpesan supaya pengembangan industri produk halal Indonesia tidak terhenti pada pembuatan halal center, tetapi juga diimbangi dengan memperkaya riset produk halal serta memperbanyak inkubasi bisnis bagi produk halal.

“Pemerintah sangat mendorong kolaborasi riset yang berkualitas agar Indoesia dapat memproduksi sendiri bahan baku maupun produk halal yang selama ini masih harus impor,” kata Ma'ruf.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Nasional
Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Nasional
Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Nasional
Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Nasional
Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Nasional
Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Nasional
Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Nasional
Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasional
IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

Nasional
Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Nasional
Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Nasional
Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Nasional
Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Nasional
Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Nasional
Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.