Kompas.com - 10/01/2022, 13:02 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meresmikan 10 kantor partai yang berada di tingkat pusat hingga daerah, Senin (23/8/2021). Tangkapan Layar Youtube PDI PerjuanganKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meresmikan 10 kantor partai yang berada di tingkat pusat hingga daerah, Senin (23/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mengingatkan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk tidak lupa akan sejarah perjuangan bangsa.

Dirinya mengingatkan Jokowi bahwa bangsa Indonesia perlu melanjutkan perjuangan kemerdekan yang telah diraih para pahlawan.

"Bonding itu, bonding itu, Pak Jokowi, bonding itu, bahwa kita merdeka karena ada yang memerdekan, kita harus teruskan perjuangan mengisi kemerdekaan itu," kata Megawati dalam pidato pembukaannya di acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PDI-P, Senin (10/1/2022).

Megawati mengatakan hal tersebut lantaran menyadari, ada indikasi masyarakat yang seolah lupa akan sejarah perjuangan.

Padahal, kata dia, saat ini bangsa Indonesia telah merdeka dan tidak ada lagi perang memperebutkan kekuasaan negara.

Baca juga: Saat Megawati Kritik Jokowi soal Harga Cabai dan Minyak Goreng

Untuk itu, dia menyarankan agar sejarah perjuangan bangsa masuk dalam pendidikan pelajaran.

"Dengan demikian, maka sejarah perjuangan harus, harus, harus masuk pelajaran pendidikan. Harus diceritakan orangtua, tidak ada yang lain," tegasnya.

Lanjut Megawati, bangsa Indonesia juga harus melanjutkan berbagai penelitian tentang sejarah perjuangan dalam meraih kemerdekaan.

Pasalnya, Presiden ke-5 RI itu mengaku heran justru peneliti asing lah yang tertarik melakukan penelitian pada bangsa Indonesia.

"Saya suka jengkel, saya bukan anti asing, tapi ke mana bangsa Indonesia?" keluh Megawati.

Baca juga: Minta Jokowi Tak Masukkan Hati Soal Sindiran Kodok, Megawati: Saya Berada di Belakangmu

Dia menambahkan, Indonesia juga perlu membuktikan diri sebagai bangsa pejuang.

Menurut dia, hal ini untuk menegaskan bahwa bangsa Indonesia berdiri bukan karena diberikan kemerdekaan, melainkan butuh perjuangan meraihnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Nasional
Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Nasional
Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Nasional
Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Nasional
Hormati Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu, AHY: Saya Lebih Baik Tidak Tergesa-gesa

Hormati Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu, AHY: Saya Lebih Baik Tidak Tergesa-gesa

Nasional
Update: 88.145 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,61 persen

Update: 88.145 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,61 persen

Nasional
Mengenal Berbagai Cara Penyelesaian Sengketa Pemilu

Mengenal Berbagai Cara Penyelesaian Sengketa Pemilu

Nasional
Update16 Mei: Cakupan Vaksinasi Dosis Ketiga 20,51 Persen

Update16 Mei: Cakupan Vaksinasi Dosis Ketiga 20,51 Persen

Nasional
Pengertian Kampanye dalam Pemilu dan Pilpres

Pengertian Kampanye dalam Pemilu dan Pilpres

Nasional
Pengertian dan Alasan Penerapan Parliamentary Threshold

Pengertian dan Alasan Penerapan Parliamentary Threshold

Nasional
Update 16 Mei: Ada 1.610 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 16 Mei: Ada 1.610 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Pemanfaatan Teknologi Digital Masyarakat Indonesia Akan Dipamerkan dalam Sidang Kedua DEWG G20

Pemanfaatan Teknologi Digital Masyarakat Indonesia Akan Dipamerkan dalam Sidang Kedua DEWG G20

Nasional
Update 16 Mei: Bertambah 6, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 156.464

Update 16 Mei: Bertambah 6, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 156.464

Nasional
Pengertian Presidential Threshold dan Alasan Penerapannya

Pengertian Presidential Threshold dan Alasan Penerapannya

Nasional
Update 16 Mei: Kasus Sembuh dari Covid-19 Bertambah 263

Update 16 Mei: Kasus Sembuh dari Covid-19 Bertambah 263

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.