Jokowi: Hati-hati Kelola Dana Desa, Begitu Salah Sasaran, Larinya ke Mana-mana

Kompas.com - 20/12/2021, 11:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan pemerintah desa (pemdes) untuk berhati-hati dalam mengelola dana desa.

Presiden mengatakan apabila salah sasaran, dana desa bisa mengalir ke tempat yang tidak semestinya.

Presiden mengatakan hal itu dalam acara Peluncuran Sertifikat Badan Hukum Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BUM Desa yang disiarkan virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/12/2021).

Baca juga: Pemerintah Hibahkan Dana Desa 2022 untuk BLT dan Pemberdayaan Masyarakat

"Hati-hati pengelolaan dana desa yang jumlahnya tidak sedikit, jumlahnya sangat besar sekali. Sekali lagi Rp 400,1 triliun itu gede sekali. Begitu salah sasaran, begitu tata kelola tidak baik, bisa lari ke mana-mana. Ini perlu saya ingatkan," ujar Jokowi

Jokowi mengungkapkan, sejak 2015 pemerintah telah menyalurkan dana desa sebesar Rp 400,1 triliun. Dari dana tersebut telah terbangun infrastruktur fisik di desa.

Antara lain, untuk jalan desa sudah terbangun 227 ribu kilometer. Kemudian embung desa sudah terbangun 4.500 unit.

"Lalu irigasi 71 ribu unit, jembatan 1,3 juta meter. Itu demeteri bukan jumlahnya," ungkap Jokowi.

"Pasar desa 10.300 unit, BUM Desa saat ini juga telah mencapi 57.200 unit. Ini kelihatan, kelihatan, kelihatan," lanjutnya.

Baca juga: Rp 400,1 Triliun Dana Desa Sudah Tersalur Sejak 2015, Jokowi: Kok Pada Diem? Kaget?

Selain itu, dibangun pula sejumlah fasilitas untuk peningkatan kualitas hidup di desa.

Antara lain pipa penyediaan air bersih sepanjang 1,2 juta kilometer, lalu membangun 38.000 unit posyandu, 12.000 polindes, 38.000.000 meter drainase, 5.900 sumur dan menambah 56.000 PAUD di desa.

"Ini sudah terbangun semuanya," tambah Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.