Cegah Predator Seksual di Game Online, Pimpinan Komisi X Usul Fitur Chat Dimatikan

Kompas.com - 01/12/2021, 19:06 WIB
Dede Yusuf di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019) KOMPAS.com/TSARINA MAHARANIDede Yusuf di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf mengusulkan agar fitur percakapan atau chat di game online dimatikan untuk mencegah aksi predator seksual.

Menurut Dede, jika fitur itu dimatikan, maka anak-anak dapat terhindar dari bujukan orang tak dikenal yang berujung kejahatan ketika bermain game online.

"Mungkin untuk game-game online yang seperti di HP ini, kita bicara di HP karena yang paling rawan di HP itu tadi, itu fitur chat bisa dimatikan sehingga kalau main game ya main saja, tanpa ada iming-iming dan sebagainya, menjanjikan-menjanjikan," kata Dede, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: 4 Fakta Seputar Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire

Dede berpandangan, fitur chat secara audio maupun teks sebaiknya hanya diterapkan bagi pemain game yang berstatus profesional atau mereka yang bertanding di kejuaraan e-sport.

Di sisi lain, politisi Partai Demokrat itu menilai sulit bagi pemerintah untuk melarang game online karena telah menjadi salah satu jenis olahraga prestasi.

Untuk itu, Dede menyarankan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuat regulasi tersebut guna mencegah aksi predator seksual di game online.

"Itu salah satu teknik untuk mencegah anak-anak kita terjebak, karena kan kita tidak tahu di belakang nama username itu ada siapa-ada siapa kan kita tidak tahu," kata Dede.

Di samping itu, Dede juga menekankan pentingnya peran orangtua dalam mengawasi anak-anaknya saat mereka bermain game online.

"Karena game online itu pintu masuk untuk masuk ke dalam dunia siber yang penuh dengan berbagai hal-hal yang bahaya, jadi saya melihat orangtua pun juga harus waspada," kata dia.

Baca juga: Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire Ditangkap Polisi

Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk menjatuhi hukuman seberat-beratnya bagi para predator seksual.

Diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menangkap seorang predator seksual anak yang menjalankan aksinya secara virtual melalui game online Free Fire.

Polisi menyebutkan, predator seksual berinisial S itu menyasar anak-anak di bawah umur.

“Tersangka S ini melakukan tindakan peran seksual anak dengan memanfaatkan salah satu game ya, di mana sasaranya adalah anak-anak perempuan di bawah umur,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramdhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.