Wapres: Lebih Penting Selamatkan Masyarakat dari Gelombang Ketiga Covid-19 daripada Mendatangkan Turis Asing

Kompas.com - 17/11/2021, 00:09 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di acara Peringatan Hari Santri Nasional 2021 secara daring, Rabu (20/10/2021). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Ma'ruf Amin di acara Peringatan Hari Santri Nasional 2021 secara daring, Rabu (20/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan menyelamatkan masyarakat Indonesia dari potensi penularan kasus Covid-19 gelombang ketiga lebih penting daripada mendapat pemasukan negara dari kunjungan turis asing.

"Kita memang membutuhkan wisawatan asing. Akan tetapi, lebih penting menyelamatkan masyarakat bangsa dari kemungkinan masuknya varian baru yang bisa memicu terjadinya gelombang ketiga," kata Wapres Ma’ruf Amin di Aceh, dikutip dari Antara, Selasa (16/11/2021).

Baca juga: Jusuf Kalla Ingatkan Potensi Gelombang Ketiga Penularan Covid-19

Varian baru Covid-19, yaitu Delta AY.4.2. atau Delta Plus, telah terdeteksi di Malaysia dan Singapura. Untuk mencegah varian baru tersebut menular di Indonesia, Wapres mengatakan bahwa Pemerintah memperketat pintu masuk ke wilayah NKRI.

"Untuk varian baru itu, kami memperketat pintu masuk, baik darat, udara, maupun laut, dan mempercepat screening," katanya.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 gelombang ketiga menjelang liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Wapres mengimbau masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan hingga mempercepat vaksinasi.

Untuk di Aceh, Wapres berpesan agar Pemerintah Provinsi Aceh mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 karena termasuk dalam provinsi dengan capaian vaksinasi rendah.

Adapun berdasarkan data pada 25 Oktober 2021, capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Aceh tergolong rendah, termasuk juga di Sumatera Barat, Sulawesi Barat, dan Papua.

Baca juga: Kapolri Minta Jajarannya Tekan Laju Pertumbuhan Covid-19 demi Cegah Gelombang Ketiga

 

Capaian vaksinasi Covid-19 di keempat provinsi tersebut mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo karena berada di level 24—33 persen.

"Aceh ini yang masih (dosis) pertama di 38 persen, yang (dosis) kedua baru di 18 persen. Oleh karena itu, salah satu strateginya adalah melakukan percepatan vaksinasi di daerah, termasuk Aceh," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.