Kompas.com - 29/09/2021, 11:22 WIB
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar saat konpers kepada awak media di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (25/6/2021). 
DOK. Andri/Man (dpr.gp.id) Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar saat konpers kepada awak media di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (25/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menerima sebanyak 191 mahasiswa yang menjalani masa magang dan studi independen bersertifikat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar saat membuka acara Program Magang dan Studi Independen Bersertifikasi Kampus Merdeka bertajuk "Magang di Rumah Rakyat DPR RI".

"Magang di Rumah Rakyat DPR yang semula diikuti oleh 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dari Timur sampai Barat, dengan dua program yakni parliament trainee dan program satu data," kata Indra dalam acara yang dipantau secara Live Streaming melalui channel YouTube DPR RI, Rabu.

"Namun, saat ini jumlah peserta berkurang menjadi 191 dikarenakan alasan kesehatan," lanjut dia.

Baca juga: Respons Wakil Ketua MKD soal Rendahnya Tingkat Kepercayaan Publik terhadap DPR

Dari total mahasiswa yang mengikuti program magang, 155 orang di antaranya mengikuti program parliament trainee dan 36 orang mengikuti program satu data.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indra menuturkan, mereka yang mengikuti program ini merupakan mahasiswa terpilih yang telah melewati serangkaian tes. Tak kurang dari 17.000 mahasiswa, sebut dia, yang berminat mengikuti kegiatan ini.

"Persaingannya tidak kalah sengit dari tes masuk CPNS, mas Menteri, susah sekali," ucap Indra.

Sebelum mengetahui tingginya antusiasme mahasiswa, ia mengatakan, DPR meminta izin kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk melakukan uji coba program magang dengan menerima hanya 75 orang.

"Karena asumsinya yang mendaftar mungkin sekitar 2.000. Tapi minggu kedua ternyata 4.000, minggu ketiga 6.000, minggu keempat 10.000, lalu 15.000, sampai kemudian kita stop di angka 16.000, masih muncul sampai 17.000 hingga 18.000. Tapi sistemnya sudah tidak bisa berjalan," jelasnya.

Lebih lanjut, Indra menerangkan bahwa model Kampus Merdeka di mana membebaskan mahasiswanya untuk magang di sejumlah institusi atau lembaga pemerintah meski tak sesuai program studinya sudah diterapkan di sejumlah negara maju, salah satunya Amerika Serikat.

Baca juga: Fraksi PPP Tak Setuju Pemilu Digelar 15 Mei 2024, Harus Persetujuan DPR dan Penyelenggara

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peraturan Polri: 57 Eks Pegawai KPK Diangkat Jadi ASN Sesuai Jabatan, Pangkat, dan Masa Kerja

Peraturan Polri: 57 Eks Pegawai KPK Diangkat Jadi ASN Sesuai Jabatan, Pangkat, dan Masa Kerja

Nasional
Duduk Perkara Prabowo Digugat Eks Kader Gerindra Rp 501 Miliar

Duduk Perkara Prabowo Digugat Eks Kader Gerindra Rp 501 Miliar

Nasional
[POPULER NASIONAL] KSAD Tak Izinkan Prajuritnya Kawal Anggota DPR | Prabowo Subianto Digugat Rp 501 Miliar

[POPULER NASIONAL] KSAD Tak Izinkan Prajuritnya Kawal Anggota DPR | Prabowo Subianto Digugat Rp 501 Miliar

Nasional
Tahapan Eks Pegawai KPK Jadi ASN Polri, Seleksi Kompetensi hingga Pelantikan

Tahapan Eks Pegawai KPK Jadi ASN Polri, Seleksi Kompetensi hingga Pelantikan

Nasional
Kiai Ali: Mendung Situbondo di Muktamar Lampung

Kiai Ali: Mendung Situbondo di Muktamar Lampung

Nasional
57 Mantan Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK Segera Diangkat Jadi ASN Polri

57 Mantan Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK Segera Diangkat Jadi ASN Polri

Nasional
Penambahan 245 Kasus Baru Covid-19 dan Kenaikan di 17 Kabupaten/Kota

Penambahan 245 Kasus Baru Covid-19 dan Kenaikan di 17 Kabupaten/Kota

Nasional
Nama-nama Petahana yang Lolos Seleksi Tertulis Calon Anggota KPU-Bawaslu

Nama-nama Petahana yang Lolos Seleksi Tertulis Calon Anggota KPU-Bawaslu

Nasional
Risma Minta Tunarungu Bicara, Teman Tuli Sebut Lebih Suka Berbahasa Isyarat

Risma Minta Tunarungu Bicara, Teman Tuli Sebut Lebih Suka Berbahasa Isyarat

Nasional
Kritik Mahfud, Pakar: Tak Ada yang Membingungkan dalam Putusan MK soal UU Cipta Kerja

Kritik Mahfud, Pakar: Tak Ada yang Membingungkan dalam Putusan MK soal UU Cipta Kerja

Nasional
Prabowo Digugat Eks Ketua DPC Rp 501 Miliar, Gerindra: Santai Sajalah

Prabowo Digugat Eks Ketua DPC Rp 501 Miliar, Gerindra: Santai Sajalah

Nasional
Eks Pegawai KPK Dinilai Akan Berkontribusi Positif di Kepolisian

Eks Pegawai KPK Dinilai Akan Berkontribusi Positif di Kepolisian

Nasional
UPDATE 3 Desember: Vaksinasi Covid-19 Lansia Dosis Pertama Capai 54,41 Persen

UPDATE 3 Desember: Vaksinasi Covid-19 Lansia Dosis Pertama Capai 54,41 Persen

Nasional
Gugat Prabowo, Eks Ketua DPC Gerindra Blora Ingin Pemecatannya Dibatalkan

Gugat Prabowo, Eks Ketua DPC Gerindra Blora Ingin Pemecatannya Dibatalkan

Nasional
Raih Penghargaan Wakaf Produktif, Dompet Dhuafa Bersemangat Tingkatkan Inovasi

Raih Penghargaan Wakaf Produktif, Dompet Dhuafa Bersemangat Tingkatkan Inovasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.