Cerita Jokowi yang Tak Menduga Kasus di Kudus Jadi Awal Lonjakan Covid-19

Kompas.com - 20/08/2021, 20:35 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (2/8/2021). Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3 hingga 9 Agustus 2021 di beberapa wilayah Indonesia dengan penyesuaian aturan aktivitas dan mobilitas masyarakat seusai kondisi di masing-masing daerah. ANTARA FOTO/Biro Pers - Muchlis Jr/hma/pras. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APresiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (2/8/2021). Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3 hingga 9 Agustus 2021 di beberapa wilayah Indonesia dengan penyesuaian aturan aktivitas dan mobilitas masyarakat seusai kondisi di masing-masing daerah. ANTARA FOTO/Biro Pers - Muchlis Jr/hma/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan kondisi lonjakan penularan Covid-19 di Indonesia sempat di luar dugaan pemerintah.

Kondisi itu bermula dari penularan kasus Covid-19 dalam jumlah besar di Kudus dan Bangkalan akibat varian delta virus corona.

Mulanya, kata Jokowi, kondisi penularan Covid-19 mengalami kenaikan tinggi pada awal tahun hingga awal Februari 2021. Namun, secara berangsur-angsur terjadi penurunan kasus hingga Mei 2021.

Baca juga: Jokowi: Kalau Vaksin Datang, Langsung Habiskan Secepatnya

Jokowi mengungkapkan, pada saat itu jumlah penambahan kasus harian pun tercatat jauh lebih rendah dari sebelumnya. Sejalan dengan hal tersebut, kondisi perekonomian Indonesia mengalami perbaikan.

"Tetapi begitu muncul di Kudus, begitu muncul di Bangkalan saat itu di luar dugaan kita, karena dari deteksi yang kita lihat itu di Jakarta, Indramayu dan di Medan. (Tetapi) munculnya di tempat lain karena memang barang ini enggak kelihatan," ungkapnya saat memberikan arahan kepada Forkopimda se-Jawa Timur yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/8/2021).

Jokowi melanjutkan, setelah kejadian lonjakan kasus di Kudus dan Bangkalan, kasus harian Covid-19 bahkan pernah mencapai 56.000.

Saat itu, tim pemerintah memberikan saran untuk segera mengambil langkah strategis mencegah makin tingginya kasus harian.

"Pak Ini kalau tidak bisa dihentikan Pak, Agustus akan muncul di 80.000 (kasus), September itu di 160.000 (kasus). Kalau enggak bisa menghentikan (kondisi pandemi) bisa di atas India kita," ungkap Jokowi menirukan perkataan timnya.

Sehingga pada saat itu dia berkomunikasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mendukung penanganan pandemi.

"Saat itu saya sampaikan kepada Panglima TNI dan Kapolri, tidak ada pekerjaan lain, yang ada menghentikan ini. Jangan sampai melompat ke 80.000, melompat ke 160.000," tegasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Nasional
UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

Nasional
Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Nasional
Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Nasional
UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

Nasional
Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Nasional
UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

Nasional
UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

Nasional
UPDATE 24 Januari: 5.032 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 24 Januari: 5.032 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
UPDATE 24 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 7

UPDATE 24 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 7

Nasional
Tanggal Pemilu Disepakati 14 Februari, PKB: Kami Sambut dengan Optimisme

Tanggal Pemilu Disepakati 14 Februari, PKB: Kami Sambut dengan Optimisme

Nasional
Jokowi Teken Perpres tentang Dewan Nasional KEK, Ini Susunannya

Jokowi Teken Perpres tentang Dewan Nasional KEK, Ini Susunannya

Nasional
Wujudkan Transportasi Bebas Kekerasan Seksual, Ini Upaya Kolaboratif Komnas Perempuan dan Grab

Wujudkan Transportasi Bebas Kekerasan Seksual, Ini Upaya Kolaboratif Komnas Perempuan dan Grab

Nasional
UPDATE: Bertambah 2.927, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.289.305

UPDATE: Bertambah 2.927, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.289.305

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.