Kapolda Sulteng: Pengejaran Teroris Poso Terkendala Medan Berat dan Simpatisan

Kompas.com - 28/07/2021, 10:45 WIB
Kapolda Sulteng Irjen  Pol. Drs. Abdul Rakhman Baso saat memberi keterangan pers terkait tewasnya dua DPO MIT pimpinan Ali Kalora, Selasa (2/3/2021). KOMPAS.COM/ERNA DWI LIDIAWATIKapolda Sulteng Irjen  Pol. Drs. Abdul Rakhman Baso saat memberi keterangan pers terkait tewasnya dua DPO MIT pimpinan Ali Kalora, Selasa (2/3/2021).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengungkapkan sulitnya pengejaran terhadap teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah karena adanya simpatisan yang mendukung mereka.

Selain itu, medan yang berat juga menjadi tantangan personel gabungan TNI-Polri dalam menumpas para teroris.

"Selain medan yang berat, hal utamanya karena masih adanya simpatisan yang mendukung mereka," kata Abdul Rakhman saat menerima kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dikutip dari keterangannya, Rabu (28/7/2021).

"Kalau mau cepat selesai ya tidak ada simpatisan. Tidak ada gerakan-gerakan yang mendukung mereka, maka kasus Poso akan cepat selesai," ujar dia.

Baca juga: Identifikasi 3 Jenazah Teroris Poso, Satgas Madago Raya Ambil Sampel DNA dari Keluarga

Ia mengatakan, kini daftar pencarian orang (DPO) teroris MIT di Poso tersisa 6 dari 9 orang.

Sebanyak tiga orang lainnya tewas dalam kontak tembak dengan aparat pada Minggu (11/7/2021) dan Sabtu (17/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Abdul Rakhman menyatakan, Satuan Tugas Madago Raya mengedepankan tindakan lunak dengan mengimbau para DPO teroris segera menyerahkan diri.

"Mengimbau DPO teroris untuk menyerahkan diri, kecuali bila bertemu di lapangan maka akan terjadi tindakan tegas terukur," ujar dia.

Menurut Rakhman, salah satu pekerjaan rumah di Poso yaitu menyelenggarakan kontraradikalisme.

Baca juga: DPO Teroris MIT di Poso Sisa 6 Orang, Polri Minta Serahkan Diri

Hal ini demi mendukung pembangunan infrastruktur dan ekonomi masyarakat setempat.

"Seandainya enam orang DPO teroris bisa diselesaikan, tetapi masalah radikalisme dan kontraradikalisme yang harus dilakukan, bagaimana pembangunan infrastruktur dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Poso," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengapresiasi kerja Satgas Madago Raya. Ia pun berharap aksi terorisme di Poso dapat segera dituntaskan.

"Mereka (teroris) kelompok membahayakan kehidupan masyarakat. Tentunya kita berharap ke depan operasi Satgas Madagoraya dapat menuntaskan sisa DPO MIT Poso," kata Boy Rafli.

Baca juga: Kepala BNPT: Covid-19 Insya Allah Bisa Diatasi, tapi Virus Radikal Terorisme Tak Bisa Diprediksi



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Nasional
OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

Nasional
1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

Nasional
Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Nasional
KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

Nasional
Politik Dinasti sebagai Komorbid Demokrasi

Politik Dinasti sebagai Komorbid Demokrasi

Nasional
Komisioner Harap Jokowi Pakai Rekomendasi Komnas HAM Sikapi Persoalan TWK KPK

Komisioner Harap Jokowi Pakai Rekomendasi Komnas HAM Sikapi Persoalan TWK KPK

Nasional
KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Tersangka Suap

KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Tersangka Suap

Nasional
Alex Noerdin Tersangka, Fraksi Golkar Akan Bicarakan Nasibnya di DPR

Alex Noerdin Tersangka, Fraksi Golkar Akan Bicarakan Nasibnya di DPR

Nasional
Jokowi: Enggak Apa-apa Vaksinasi Pertama Dulu, tapi PTM Terbatas...

Jokowi: Enggak Apa-apa Vaksinasi Pertama Dulu, tapi PTM Terbatas...

Nasional
Pencairan Bansos di Kalteng Dievaluasi, Mensos Minta Pemda Perbaiki Data

Pencairan Bansos di Kalteng Dievaluasi, Mensos Minta Pemda Perbaiki Data

Nasional
Mendagri Harap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Berjalan Presisi

Mendagri Harap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Berjalan Presisi

Nasional
Kelakar Siswa Saat Bincang Virtual dengan Jokowi: Senang Sampai Terbawa Mimpi, Pak

Kelakar Siswa Saat Bincang Virtual dengan Jokowi: Senang Sampai Terbawa Mimpi, Pak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.