Ada Relawan Kembali Usung Mega-Prabowo, Gerindra: Terpicu Peresmian Patung Bung Karno

Kompas.com - 09/06/2021, 13:52 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Presiden ke 5 Megawati Soekarnoputri meresmikan patung Bung Karno di Lapangan Bela Negara, Kemenhan, Jakarta, Minggu (6/6/2021). Screenshot YouTube Kompas TV Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Presiden ke 5 Megawati Soekarnoputri meresmikan patung Bung Karno di Lapangan Bela Negara, Kemenhan, Jakarta, Minggu (6/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pertemuan antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat peresmian patung Bung Karno di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memicu tafsir yang dikaitkan dengan politik.

Hal tersebut yang kemudian dinilainya menyebabkan kemunculan relawan yang mengusung kembali pasangan Megawati-Prabowo untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 20224.

"Saya pikir kalau ini lagi tren kemudian ditafsirkan sebagai berkaitan dengan hal politik. Saya pikir ini terpicu karena ada peresmian patung di Kemenhan," kata Dasco dalam pernyataan video yang diterima Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Puan Sebut Megawati Punya Visi yang Tak Terbayangkan

Dasco menilai, pertemuan itu justru seharusnya dimaknai sebagai persahabatan kedua orang dan tidak serta merta bermuatan politik.

Oleh karena itu, pengusungan pasangan Mega-Pro untuk Pilpres 2024 yang digalakkan oleh relawan tak lantas bisa langsung terjadi.

"Saya pikir yang namanya persahabatan itu kan tidak serta merta kemudian, ya, ayo, langsung jadi pasangan capres-cawapres, kan begitu," ujar dia. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan tetapi, Wakil Ketua DPR ini tak mempermasalahkan adanya relawan yang mengusung pasangan tersebut.

Menurut dia, aspirasi yang diusulkan relawan itu sah-sah saja di negara yang berdemokrasi. Negara juga tidak boleh serta merta menolak ataupun melarang adanya aspirasi tersebut.

Meski demikian, Dasco mengatakan bahwa partainya belum sama sekali memutuskan apa pun terkait Pilpres 2024, baik itu siapa sosok yang akan diusung maupun akan membangun koalisi.

Ia mengatakan, akan lebih baik apabila semua pihak saat ini bersama fokus dan berkonsentrasi menghadapi pandemi Covid-19.

"Saya pikir yang lebih penting sekarang bagaimana kita sama-sama konsentrasi menghadapi pandemi Covid-19. Sampai saat ini di Gerindra malah belum diputuskan, mau maju atau tidak maju, atau siapa yang mau maju. Untuk koalisi mungkin saja, bisa ke mana saja, dan bisa dengan siapa saja," tutur Dasco.

Baca juga: Kedekatan Megawati-Prabowo dan Kemungkinan Koalisi PDI-P-Gerindra pada 2024

Sebelumnya diberitakan, relawan Megawati Soekarnoputri yaitu Pro Mega Center mendorong Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk kembali maju menjadi calon presiden.

Selain itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai berpotensi mendampingi Megawati.

Hal itu disampaikan Direktur Pro Mega Center Mochtar Mohammad, melalui keterangan tertulis, Senin (7/6/2021).

Perlu diketahui, Pro Mega Center adalah kelompok relawan yang sudah lama aktif mendukung Megawati.

“Pak Prabowo bisa,” kata Mochtar, seperti dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (8/6/2021).

Mochtar menilai duet Megawati dan Prabowo merupakan kesuksesan yang tertunda pada Pemilu 2009.

“2009 kesuksesan yang tertunda,” ucap Mochtar.

Baca juga: Gerindra Tak Mau Asumsikan Kedekatan Prabowo-Mega dengan Berkoalisi pada Pilpres 2024

Tak sampai di situ, ia berpendapat bahwa pengusungan Megawati dan Prabowo sebagai capres dan cawapres dapat membentuk koalisi besar.

Menurut dia, duet Megawati dan Prabowo berpotensi membuat tidak ada calon lain yang berani maju di Pilpres.

Munculnya wacana Megawati dan Prabowo maju sebagai pasangan dalam Pilpres 2024 terjadi setelah keduanya bertemu di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam rangka peresmian Patung Bung Karno.

Kedekatan kedua ketua umum partai politik itu seakan ditegaskan pada momen peresmian patung Bung Karno di Lapangan Bela Negara Kementerian Pertahanan, Minggu (6/6/2021).

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wacana Penunjukan TNI-Polri Jadi Pj Gubernur, Kemendagri: Kami Belum Bahas

Wacana Penunjukan TNI-Polri Jadi Pj Gubernur, Kemendagri: Kami Belum Bahas

Nasional
Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis, Mensos: Sudah Kami Bawa ke Balai Dinsos

Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis, Mensos: Sudah Kami Bawa ke Balai Dinsos

Nasional
Jokowi: Sambut Pandemi Ini Sebagai Endemi, karena Covid-19 Takkan Hilang dalam Waktu Lama

Jokowi: Sambut Pandemi Ini Sebagai Endemi, karena Covid-19 Takkan Hilang dalam Waktu Lama

Nasional
Nilai Integritas KPK Dinilai Sudah Hilang, Kepercayaan Publik Jadi Merosot

Nilai Integritas KPK Dinilai Sudah Hilang, Kepercayaan Publik Jadi Merosot

Nasional
Menko PMK Pastikan Pemerintah Beri Beasiswa Siswa dan Mahasiswa Atlet PON Berprestasi

Menko PMK Pastikan Pemerintah Beri Beasiswa Siswa dan Mahasiswa Atlet PON Berprestasi

Nasional
Mahasiswa Demo KPK, Stafsus Mensetneg: Yang Ingin Berkerumun Enggak Sayang Nakes, Keluarga dan Diri Sendiri

Mahasiswa Demo KPK, Stafsus Mensetneg: Yang Ingin Berkerumun Enggak Sayang Nakes, Keluarga dan Diri Sendiri

Nasional
Gedung Merah Putih Didemo Mahasiswa, Ini Tanggapan KPK

Gedung Merah Putih Didemo Mahasiswa, Ini Tanggapan KPK

Nasional
Kepuasan Atas Kinerja Jokowi Turun, Stafsus Mensesneg: Alhamdulillah Masih Mendekati 60 Persen

Kepuasan Atas Kinerja Jokowi Turun, Stafsus Mensesneg: Alhamdulillah Masih Mendekati 60 Persen

Nasional
7 Kader Elite Golkar Terjerat Kasus Korupsi dalam 5 Tahun Terakhir

7 Kader Elite Golkar Terjerat Kasus Korupsi dalam 5 Tahun Terakhir

Nasional
Soal Pengganti Azis Syamsuddin, Golkar: Doakan Selesai Senin Sore, Paling Telat Selasa

Soal Pengganti Azis Syamsuddin, Golkar: Doakan Selesai Senin Sore, Paling Telat Selasa

Nasional
Bareskrim Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal di Yogyakarta, 4 Orang Jadi Tersangka

Bareskrim Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal di Yogyakarta, 4 Orang Jadi Tersangka

Nasional
SBY: Mungkin Hukum Bisa Dibeli, tapi Tidak untuk Keadilan

SBY: Mungkin Hukum Bisa Dibeli, tapi Tidak untuk Keadilan

Nasional
Mahasiswa Gelar Aksi di Gedung KPK, Firli Bahuri Pimpin Rakor di Jambi

Mahasiswa Gelar Aksi di Gedung KPK, Firli Bahuri Pimpin Rakor di Jambi

Nasional
Sekjen Lodewijk F Paulus Dipertimbangkan Golkar Gantikan Azis Syamsuddin

Sekjen Lodewijk F Paulus Dipertimbangkan Golkar Gantikan Azis Syamsuddin

Nasional
Menkes Pastikan Venue PON di Papua Dilakukan 'Fogging' Antisipasi Malaria

Menkes Pastikan Venue PON di Papua Dilakukan "Fogging" Antisipasi Malaria

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.