Kompas.com - 26/05/2021, 17:43 WIB

KOMPAS.com - Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Sjarief Widjaja mengatakan, pihaknya berupaya memberikan affirmative policy (kebijakan afirmatif) kepada anak agar dapat menuntut ilmu dengan persentase bangku sebesar 55-70 persen.

“Kami ingin memutus rantai kemiskinan, rantai keterbelakangan, dengan menarik mereka keluar dari kehidupan marjinal melalui dorongan dari pendidikan tinggi. Hal ini, merupakan semangat dari Ki Hajar Dewantara," ujarnya dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (26/5/2021).

Maka dari itu, lanjut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus membangun inklusif bahwa education for all the people atau pendidikan itu untuk semua orang.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara pada web seminar (webinar) bertema “Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di Sektor Perikanan: Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara pada Penelitian dan Kebijakan Masa Kini,” Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Jika Tak Ada Pandemi, Pemerintah Gelar Pelatihan Vokasi untuk 2 Juta Tenaga Kerja

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama dengan Tim Peneliti Prioritas Riset Nasional (PRN) Pengembangan Sosial Ekonomi Inklusif dan Pembangunan Maritim Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

Dalam kesempatan tersebut, Sjarief menerangkan, tugas KKP adalah mentransformasikan ekonomi di sektor KP dengan dukungan penuh dari sumber daya manusia (SDM).

"Namun SDM ini harus memiliki kapasitas dari sisi ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap," ujarnya.

Untuk diketahui, SDM unggul menjadi salah satu dari lima agenda besar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2019-2024.

Baca juga: Kerjasama IDeA Indonesia-Archipelago International Ciptakan SDM Unggul

Pembangunan di sektor pendidikan merupakan salah satu faktor kunci untuk meningkatkan kualitas SDM.

Sebab, pendidikan dan pelatihan vokasi dinilai mampu meningkatkan jumlah penduduk terdidik. Hal ini guna memenuhi permintaan pasar kerja di berbagai sektor ekonomi.

"Sektor perikanan merupakan salah satu sektor yang memiliki kebutuhan tinggi untuk pemenuhan kebutuhan pasar kerjanya,” ucap Sjarief.

Terbukti, jumlah stok ikan nasional semakin meningkat setiap tahunnya sejak 2015. Mulai dari 7,3 juta ton menjadi 12,5 juta ton pada 2017.

Baca juga: Menteri Susi Sebut Penenggelaman Kapal Asing Tingkatkan Stok Ikan 100 Persen

“Potensi ini tentu harus didukung dengan ketersediaan SDM yang memiliki kapasitas guna mengelola potensi besar tersebut," jelas Sjarief.

Pola pembelajaran menganut sistem teaching factory

Pada kesempatan itu, Sjarief menjelaskan, KKP saat ini telah mengembangkan pola pembelajaran dengan menganut sistem teaching factory atau praktik kerja langsung.

“Sehingga pembelajaran yang diberikan bukan sekadar praktik di laboratorium. Pola pembelajaran ini dilakukan dengan berpegang pada empat pilar pendidikan,” imbuhnya.

Adapun empat pilar itu, yakni pembentukan karakter dan kepribadian unggul, pembentukan kompetensi dasar, pembentukan kompetensi keahlian, dan adaptasi lingkungan.

Baca juga: Nadiem: Pandemi Ubah Kebutuhan Kompetensi Dasar Murid...

Terlebih di masa pandemi Covid-19, KKP telah menyinkronkan pelaksanaan pembelajaran dengan sistem blended learning (pembelajaran campuran).

“Di era revolusi industri 4.0 ini, hampir segala aspek kegiatan manusia menggunakan teknologi. Kami juga memiliki program sertifikasi yang diakui baik di kancah nasional maupun internasional,” ucap Sjarief.

KKP sendiri saat ini memiliki 13 politeknik dan satu akademi komunitas kelautan dan perikanan dengan program Diploma IV, III, dan I yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rinciannya, program Diploma IV diselenggarakan oleh Politeknik Ahli Usaha Perikanan.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, KKP Tingkatkan SDM Pembelajaran Jarak Jauh

Kemudian, program Diploma III diselenggarakan oleh Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) Sidoarjo, Bitung, Sorong, Karawang, Bone, Kupang, Dumai, Pangandaran, Jembrana, Aceh, Pariaman dan Maluku.

Sementara itu, program Diploma I diselenggarakan oleh Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AK-KP) Wakatobi.

Tak hanya itu, KKP juga memiliki satuan pendidikan menengah yang terdiri dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ladong, SUPM Pariaman, SUPM Kotaagung, SUPM Tegal, dan SUPM Waiheru.

Baca juga: Hadapi Revolusi Industri 4.0, STEAM Perlu Dikenalkan Sejak Pendidikan Menengah

Didik lulusan jadi wirausaha milenial

Sjarief menerangkan, satuan pendidikan KP di bawah Pusat Pendidikan KP BRSDM berupaya mendidik lulusannya menjadi wirausaha milenial.

Upaya tersebut dilakukan melalui program kewirausahaan yang terstruktur dari semester awal hingga semester akhir melalui kurikuler maupun ekstrakurikuler.

Pelaksanaannya sendiri dibantu dengan dukungan permodalan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) bidang permodalan usaha kelautan dan perikanan.

Dengan bantuan tersebut, maka seluruh peserta dapat memiliki network dengan mitra pendukung dalam mencetak wirausaha muda. Tujuannya agar mampu memetakan potensi bisnis dari hulu ke hilir bidang kelautan dan perikanan.

Baca juga: Kemenkop UKM Didorong Cetak Wirausaha Muda yang Kuasai Sains dan Teknologi

"Tak hanya bekerja di dunia industri, kami juga meluluskan wirausaha muda yang banyak di antaranya menjadi petambak milenial,” ucap Sjarief.

Sebagaimana digaungkan Menteri KKP Trenggono, lanjut dia, KKP memiliki tiga program prioritas,

Pertama, peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari subsektor perikanan tangkap. Kedua serta ketiga adalah pengembangan dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

“Jenis budidaya perikanan ini seperti kampung lobster, lele, nila, kakap, hingga kampung rumput laut," imbuh Sjarief.

Baca juga: Dukung Program KKP, BRSDM Permudah Budidaya Perikanan melalui Sipetak

Bangun masyarakat kelautan dan perikanan

Tak hanya berfokus pada pendidikan generasi muda, BRSDM KP turut membangun masyarakat kelautan dan perikanan melalui peran penyuluh perikanan sebagai agent of change.

Hal tersebut dilakukan guna mendukung kemajuan pembangunan nasional di sektor kelautan dan perikanan.

"Penyuluh berperan mendampingi pembudidaya ikan, nelayan, pengolah dan pemasar hasil perikanan, hingga petambak garam,” ujar Sjarief.

Dalam menjalankan perannya, lanjut dia, penyuluh diharapkan dapat enlighten (mencerahkan) serta enrich (memperkaya) masyarakat dengan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), akses permodalan, akses pemasaran, dan akses sumber daya lainnya.

Baca juga: Sikap Selektif Menghadapi Pengaruh IPTEK

Selain itu, masyarakat diharapkan bisa empower (memberdayakan) pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan.

“Salah satu keberhasilan dari pendampingan penyuluh perikanan adalah terbentuknya Kampung Wisata Mina Padi Samberembe dan Kampung Garam Kebumen," ungkap Sjarief.

Kembangkan kompetensi ASN

Sjarief menyebut, terdapat beberapa cara yang dilakukan BRSDM KP dalam mentransformasikan ekonomi dengan SDM unggul.

Adapun caranya adalah saling mengaitkan antara pendidikan, pelatihan dan penyuluhan. Salah satu langkah konretnya adalah dengan mengembangkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: Tjahjo Sebut Ada Data ASN, TNI, dan Polri dalam Kasus Kebocoran 279 Juta Data Pribadi

BRSDM KKP juga memiliki sistem pembelajaran online, salah satunya yakni Electronic Millenial Learning (e-Milea) yang telah beroperasi sejak 2018.

Pengembangan kompetensi ASN melalui e-Milea dibutuhkan agar Indonesia dapat berkompetisi di era revolusi industri 4.0.

Tak hanya itu, e-Milea juga dibuat sebagai solusi media work from home (bekerja dari rumah) bagi ASN KKP di tengah pandemi Covid-19.

Ia menambahkan, pihaknya bahkan telah melakukan perubahan strategi pembelajaran, dari yang semula klasikal, menjadi blended learning (pembelajaran campuran). Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Jokowi Ingin Kepala Daerah Prioritaskan Pencegahan Penyebaran Covid-19

“Kami berharap kombinasi tersebut akan menciptakan dan meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) agar terwujud ketahanan pangan nasional," ucap Sjarief.

Sebagai informasi, turut hadir dalam webinar tersebut, yakni Deputi Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI Tri Nuke Pudjiastuti dan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Wikan Sakarinto.

Hadir pula Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Alhumami; serta Central Proteina Prima Daniel Mastri Nugraha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yudo Margono Akan Pimpin Pertemuan KSAL Se-ASEAN, Bahas Rencana Latihan Bersama

Yudo Margono Akan Pimpin Pertemuan KSAL Se-ASEAN, Bahas Rencana Latihan Bersama

Nasional
KPK Tahan Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung Imam Kambali

KPK Tahan Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung Imam Kambali

Nasional
Mantan Kepala Bappeda Jatim Budi Setiawan Diduga Terima Suap Rp 10 Miliar

Mantan Kepala Bappeda Jatim Budi Setiawan Diduga Terima Suap Rp 10 Miliar

Nasional
Putri Candrawati Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Brigadir J Harap Motif Pembunuhan Terbuka

Putri Candrawati Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Brigadir J Harap Motif Pembunuhan Terbuka

Nasional
Wali Kota Wahdi Ingin Produk Lokal Kota Metro Penuhi TKDN 25 Persen

Wali Kota Wahdi Ingin Produk Lokal Kota Metro Penuhi TKDN 25 Persen

Nasional
Jokowi Bertemu Surya Paloh di Istana, Bahas Apa ?

Jokowi Bertemu Surya Paloh di Istana, Bahas Apa ?

Nasional
TNI AL Akan Gelar Latihan Armada Jaya, Pesawat Udara hingga Kapal Selam Dikerahkan

TNI AL Akan Gelar Latihan Armada Jaya, Pesawat Udara hingga Kapal Selam Dikerahkan

Nasional
Kenang Jasa Pahlawan, TNI AL Gelar Doa Bersama di Laut Jakarta

Kenang Jasa Pahlawan, TNI AL Gelar Doa Bersama di Laut Jakarta

Nasional
Kejagung Teliti Berkas Perkara Irjen Ferdy Sambo dan 3 Tersangka Lain dalam Kasus Brigadir J

Kejagung Teliti Berkas Perkara Irjen Ferdy Sambo dan 3 Tersangka Lain dalam Kasus Brigadir J

Nasional
Ada 10 Kota dengan Realisasi APBD Rendah, Salah Satunya Depok

Ada 10 Kota dengan Realisasi APBD Rendah, Salah Satunya Depok

Nasional
KPK Tahan Eks Kepala Bappeda Jatim Terkait Suap Bantuan Keuangan Kabupaten Tulungagung

KPK Tahan Eks Kepala Bappeda Jatim Terkait Suap Bantuan Keuangan Kabupaten Tulungagung

Nasional
Pengacara Mengaku Kena 'Prank' Istri Ferdy Sambo soal Dugaan Pelecehan Seksual

Pengacara Mengaku Kena "Prank" Istri Ferdy Sambo soal Dugaan Pelecehan Seksual

Nasional
Jokowi Izinkan Warga Miskin Ekstrem Terima Bansos Lebih dari Satu Kali

Jokowi Izinkan Warga Miskin Ekstrem Terima Bansos Lebih dari Satu Kali

Nasional
UPDATE 19 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,70 Persen, Ketiga 25,18 Persen

UPDATE 19 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,70 Persen, Ketiga 25,18 Persen

Nasional
5 Sikap Komnas HAM-Komnas Perempuan Usai Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J

5 Sikap Komnas HAM-Komnas Perempuan Usai Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.