Video Viral TNI Kerahkan Tank untuk Penyekatan Mudik di Perbatasan Bekasi-Bogor, Ini Penjelasan TNI AD

Kompas.com - 07/05/2021, 11:44 WIB
Sebuah tank milik TNI AD diduga berada di perbatasan Bekasi-Bogor. Tangkapan layarSebuah tank milik TNI AD diduga berada di perbatasan Bekasi-Bogor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan sebuah tank milik TNI Angkatan Darat diduga turut dikerahkan untuk penyekatan mudik Lebaran 2021 di perbatasan Bekasi-Bogor, Jawa Barat.

Video itu diunggah pengguna Twitter, @_4n9el. Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan tank tengah berjalan di sebuah jalan raya.

Beberapa prajurit TNI AD juga terlihat tengah mengawasi jalannya tank tersebut sembari menepikan kendaraan roda duanya di tengah jalan.

Adapun perekam menyebut tank tersebut berada di lokasi untuk melakukan penyekatan mudik yang ingin pulang ke kampung halaman.

Baca juga: Agar Tidak Diminta Putar Balik, Catat Titik Penyekatan di Tol Trans-Jawa

"Penyekatan mudik di perbatasan Bekasi-Bogor, enggak tanggung-tanggung TNI nurunin tank baja, yang mau mudik biar dibom...," ucap sang perekam tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, pihak TNI AD membantah keberadaan tank miliknya di lokasi tersebut dalam rangka melakukan penyekatan mudik.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subrana menyebut kehadiran tank TNI AD di lokasi tersebut dalam rangka akan menjalani latihan.

Kebetulan, lokasi latihan TNI AD tak jauh dari titik penyekatan mudik.

Baca juga: Bupati Cianjur Ikut Cegat dan Periksa Truk di Pos Penyekatan, Kami Tak Ingin Warga Mudik, Pulangnya Bawa Virus..

"Itu kegiatan latihan, kebetulan jaraknya dekat dengan tempat penyekatan arus mudik," ujar Tatang dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).

Ia menambahkan bahwa tank tersebut tak akan bertahan lama di lokasi tersebut.

"(Tank) sampai hari ini saja," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 18 Juni: 132.215 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 18 Juni: 132.215 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 18 Juni: Tambah 7.907, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.779.127 Orang

UPDATE 18 Juni: Tambah 7.907, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.779.127 Orang

Nasional
Sejumlah Eks Pimpinan Jelaskan Nilai-nilai di KPK kepada Komnas HAM

Sejumlah Eks Pimpinan Jelaskan Nilai-nilai di KPK kepada Komnas HAM

Nasional
UPDATE: Bertambah 290, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 54.043

UPDATE: Bertambah 290, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 54.043

Nasional
UPDATE: Tambah 12.990 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.963.266

UPDATE: Tambah 12.990 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.963.266

Nasional
Pembahasan RKUHP, Pemerintah Diminta Buka Ruang Pelibatan Penyandang Disabilitas

Pembahasan RKUHP, Pemerintah Diminta Buka Ruang Pelibatan Penyandang Disabilitas

Nasional
Prabowo, Ganjar, dan Anies Konsisten di 3 Besar Hasil Survei, PPP Tak Mau Buru-buru Tentukan Pilihan

Prabowo, Ganjar, dan Anies Konsisten di 3 Besar Hasil Survei, PPP Tak Mau Buru-buru Tentukan Pilihan

Nasional
Menpan RB: Tidak Ada Istilah Kantor Pemerintahan Tutup atau Lockdown

Menpan RB: Tidak Ada Istilah Kantor Pemerintahan Tutup atau Lockdown

Nasional
Kasus Covid-19 Melonjak, PP Muhammadiyah: Perlu Perhatian Super Serius

Kasus Covid-19 Melonjak, PP Muhammadiyah: Perlu Perhatian Super Serius

Nasional
Buku 'Hikayat Pohon Ganja' dalam Kasus Anji Tak Penuhi Klasifikasi untuk Disita

Buku "Hikayat Pohon Ganja" dalam Kasus Anji Tak Penuhi Klasifikasi untuk Disita

Nasional
Menpan-RB: Hak Cuti Perorangan untuk ASN Sementara Ditiadakan

Menpan-RB: Hak Cuti Perorangan untuk ASN Sementara Ditiadakan

Nasional
Perhimpunan Dokter Minta Pemerintah Transparan soal Data Varian Corona

Perhimpunan Dokter Minta Pemerintah Transparan soal Data Varian Corona

Nasional
Bantah Dukung Jabatan Presiden 3 Periode, tapi Komunitas Relawan Usung Jokowi-Prabowo 2024

Bantah Dukung Jabatan Presiden 3 Periode, tapi Komunitas Relawan Usung Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Periksa Saksi, KPK Dalami Aliran Uang ke Stepanus Robin dan Pengacara Maskur Husein

Periksa Saksi, KPK Dalami Aliran Uang ke Stepanus Robin dan Pengacara Maskur Husein

Nasional
Masker Kain Tak Lagi Disarankan, Boleh jika Melapisi Masker Medis

Masker Kain Tak Lagi Disarankan, Boleh jika Melapisi Masker Medis

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X