Pimpinan Komisi IX Sesalkan Kasus Penganiayaan Perawat di Palembang

Kompas.com - 17/04/2021, 09:27 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena dalam sebuah diskusi bertajuk 'Omnibus Law dan Kita' di Hotel Ibis Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariWakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena dalam sebuah diskusi bertajuk 'Omnibus Law dan Kita' di Hotel Ibis Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, menyesalkan perisitwa kekerasan terhadap perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan yang terjadi Kamis (15/4/2021) lalu.

"Sebagai pimpinan Komisi IX dan secara pribadi kami bersimpati dengan korban dan menyesalkan peristiwa kekerasan yang terjadi pada tenaga kesehatan," kata Melki dalam keterangan tertulis, Jumat kemarin.

Ia meminta aparat penegak hukum memproses pelaku kekerasan sesuai dengan ketentuan dan fakta yang terjadi.

Baca juga: Sederet Fakta Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Dijambak dan Ditendang gara-gara Persoalan Infus, Pelaku Ditangkap

Masyarakat juga diminta untuk menghargai kerja tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam merawat dan menangani pasien.

"Meminta kepada masyarakat untuk lebih menghargai kerja tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid dan berbagai penyakit lainnya," kata Melki.

Politikus Partai Golkar itu mendorong tenaga kesehatan berkomunikasi dengan baik dengan pasien dan keluarganya dalam menjalankan tugas.

Diberitakan sebelumnya, seorang perawat di salah satu rumah sakit swasta di Palembang, mengalami luka lebam di bagian wajah setelah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pasien.

Aksi video kekerasan yang menimpa perawat tersebut viral di media sosial, setelah diunggah sebuah akun di Instagram.

Dalam video berdurasi 35 detik itu, terlihat korban yang diketahui CRS diselamatkan oleh rekan sesama perawat. Sementara itu, beberapa perawat lain menahan pelaku, yakni seorang pria yang diketahui berinisial JT. JT kemudian ditahan polisi.

Baca juga: Pengakuan Pria yang Aniaya Perawat di Palembang: Mohon Maaf, Saya Emosi Sesaat...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X