Upayakan Vaksin AstraZeneca, Menkes Sudah Bersurat ke Covax dan Bertemu dengan Menlu Inggris

Kompas.com - 08/04/2021, 17:26 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas satu tahun penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia dan kesiapan serta skema vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas satu tahun penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia dan kesiapan serta skema vaksinasi gotong royong. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hingga saat ini belum ada konfirmasi secara tertulis dari pihak Covax/GAVI terkait kelanjutan pengiriman vaksin AstraZeneca dari India ke Indonesia.

Budi mengatakan, pihaknya melakukan sejumlah upaya agar jadwal pengiriman vaksin dapat tetap dilakukan.

Salah satu upaya itu, kata dia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan lobi ke Covax AMC Engagement Group selaku badan yang mengatur pembagian vaksin.

"Jadi kita minta ibu Menlu melobi di sana saya sudah menuliskan surat ke presiden GAVI konsen mengenai penundaan pengiriman ini," kata Budi dalam rapat Komisi IX secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Menkes Sebut 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca untuk Indonesia Belum Pasti Jadwal Kedatangannya

Untuk diketahui, saat ini Indonesia baru menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca secara gratis dari Covax/GAVI.

Budi melanjutkan, dirinya sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris mengingat vaksin AstraZeneca ini merupakan perusahaan farmasi asal Inggris.

"(Agar) ia bisa mencarikan sumber lain di luar yang India untuk kita," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Indonesia gagal mendapatkan 10 juta dosis vaksin AstraZeneca dari kerja sama dengan Covax/The Global Alliance for Vaccines and Immunisation (GAVI).

Penyebabnya, India sebagai produsen vaksin memberlakukan embargo karena terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Baca juga: WHO: Manfaat Vaksin AstraZeneca Lebih Besar daripada Risikonya

"Tadinya kita akan dapat 11,7 juta, jadinya kita dapat 1,3 atau 1,4 juta, kemudian sisanya berhenti," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam Forum Indonesia Bangkit, Selasa (6/4/2021).

Budi menuturkan, akibat embargo tersebut, vaksinasi Covid-19 pada April ini akan sangat sulit.

Namun, pemerintah berencana meningkatkan produksi vaksin Covid-19 oleh PT Bio Farma pada Mei 2021, sehingga jumlah penyuntikan bisa ditingkatkan.

"Bulan Mei rencana kita produksi PT Bio Farma bisa meningkat kembali, sehingga lajunya bisa kita tingkatkan," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X