Kompas.com - 07/04/2021, 10:25 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hadir meninjau secara langsung dalam vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin AstraZeneca untuk para pengurus serta santri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021). DOK. Humas KemenkesMenteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hadir meninjau secara langsung dalam vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin AstraZeneca untuk para pengurus serta santri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang telah memberikan contoh kepada masyarakat, khususnya muslim, bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca aman dan wajib diberikan kepada masyarakat.

"Bapak (Ma'ruf Amin) sebagai senior dari muslim di seluruh Indonesia sudah memberikan contoh bahwa vaksin AstraZeneca ini aman, boleh, dan wajib hukumnya untuk disuntikkan ke seluruh muslim di Indonesia," kata Budi saat menemani Wapres meninjau vaksinasi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Budi berharap setelah dilaksanakannya penyuntikan vaksin AstraZeneca di kantor MUI, proses vaksinasi dengan vaksin yang sama berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.

"Dan (penyuntikan) kepada seluruh muslim bisa berjalan dengan lancar," ujarnya.

Baca juga: Kemenkes: Kejadian Pasca-vaksinasi AstraZeneca Masih dalam Batas Wajar


Secara terpisah, Sekretaris Jenderal MUI Pusat Amirsyah Tambunan mengatakan, sasaran penerima vaksinasi gelombang keempat di kantor MUI sebanyak 100 orang.

"Dalam rangka untuk melakukan akselerasi vaksin ke MUI provinsi dan kabupaten/kota serta kecamatan di seluruh Indonesia," kata Amirsyah saat dihubungi, Rabu.

Amirsyah mengatakan, dengan adanya vaksinasi Covid-19 di kantor MUI, masyarakat diminta tidak ragu untuk melaksanakan vaksinasi sesuai jadwal.

Baca juga: Satgas: Vaksinasi Nasional Tetap Jalan meski India Embargo AstraZeneca

Ia mengimbau masyarakat memiliki kesadaran kolektif bahwa vaksinasi merupakan ikhtiar untuk memutus penyebaran Covid-19.

"Kami juga meminta kepada semua pihak agar mempunyai kesadaran kolektif bahwa pasca-vaksinasi terus melakukan kewajiban (wajib iman, wajib aman, wajib imun) sehingga terhindar dari Covid-19," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X