Kompas.com - 05/04/2021, 18:29 WIB
Ilustrasi mutasi virus corona E484K. Varian ini diketahui merupakan hasil mutasi dari varian B.1.1.7. SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIAIlustrasi mutasi virus corona E484K. Varian ini diketahui merupakan hasil mutasi dari varian B.1.1.7.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan untuk Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan, satu kasus mutasi virus corona E484K ditemukan di DKI Jakarta.

"Satu kasus itu di DKI Jakarta," kata Nadia, saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Mutasi Virus Corona E484K di Indonesia, Kemampuan Vaksin mRNA Terbatas


Nadia mengatakan, kasus tersebut ditemukan saat pemeriksaan oleh Lembaga Eijkman pada Februari 2021 dan pasien sudah dinyatakan sembuh.

"Spesimen (diperiksa) bulan Februari oleh Lembaga Eijkman, dan sudah sembuh ini dari Februari," ujar Nadia.

Sebelumnya diberitakan, mutasi virus Covid-19 E484K sudah terdeteksi masuk ke Indonesia.

Baca juga: Mutasi Virus Corona E484K Diduga Pengaruhi Efikasi Vaksin Covid-19


Virus E484K merupakan salah satu mutasi dari virus corona B.1.1.7 dan diduga dapat memengaruhi efikasi vaksin Covid-19.

"Kalau B.1.1.7 itu bisa ada 10-17 mutasi, yang salah satunya E484K, dari dugaan dapat memengaruhi efikasi vaksin, tetapi dari studi di Afrika Selatan semua vaksin masih efektif sampai saat ini," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P itu. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X