Kompas.com - 31/03/2021, 12:39 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan keterangan pers terkait perkembangan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182,  di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/1/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan konsentrasi pencarian hingga hari ini berfokus pada upaya pencarian korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 sejalan dengan upaya pencarian black box atau kotak hitam pesawat. ANTARA FOTO/Fauzan/hp. FAUZANMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan keterangan pers terkait perkembangan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/1/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan konsentrasi pencarian hingga hari ini berfokus pada upaya pencarian korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 sejalan dengan upaya pencarian black box atau kotak hitam pesawat. ANTARA FOTO/Fauzan/hp.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan puji syukur atas berhasil ditemukannya bagian dari black box yang berisi cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ 182.

"Apa yang kita temukan hari ini tentu kita menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Budi dalam konferensi pers di Dermaga JICT II, Jakarta Utara, Rabu (31/3/2021).

Budi mengatakan, penemuan black box berisi CVR ini merupakan sebuah upaya untuk mendapatkan data-data yang lebih baik mengenai jatuhnya pesawat tersebut.

Baca juga: CVR Black Box Sriwijaya Air Ditemukan Selasa Malam, Tak Jauh dari Penemuan FDR

Ia menerangkan, penemuan CVR ini akan melengkapi data-data yang sebelumnya telah diperoleh dari black box yang berisi flight data recorder (FDR) yang telah lebih dahulu ditemukan.

"Oleh karenanya, kita memang lakukan dengan sistematis dan Alhamdulillah semalam pukul 20.00 ditemukan di tempat yang tidak jatuh dari ditemukannya FDR," kata dia.

Black box berisi CVR ini merupakan komponen penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan udara yang dialami pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, tanpa adanya CVR, tidak bisa mendapatkan data percakapan yang terjadi di kokpit antara pilot dan co-pilot.

Baca juga: CVR Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, Ini Perjalanan Pencariannya...

Padahal data tersebut sangat signifikan untuk proses investigasi penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

"Kami belum berpikir kalau (CVR) tidak ketemu. Kalau tidak ketemu kami tidak bisa menghasilkan report atau kesimpulan apa yang terjadi di (masa) terakhir (jatuhnya pesawat) itu," kata Soerjanto pada 10 Februari silam.

Adapun sebelumnya KNKT telah memperoleh black box berisi flight data recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan pada 12 Januari 2021.

Berbeda dengan CVR yang berisi rekaman di kokpit, FDR berisi data-data rekaman penerbangan dan semua aspek pesawat.

Baca juga: Apa Itu CVR, Bagian dari Kotak Hitam yang Baru Ditemukan di Sriwijaya Air SJ 182?

Adapun pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Pesawat itu mengangkut 62 orang yang terdiri dari 6 kru aktif, 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.