BPOM: Selama Masih Kajian, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tak Direkomendasikan Digunakan

Kompas.com - 17/03/2021, 20:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum mengeluarkan rekomendasi penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk kegiatan vaksinasi.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, pihaknya bersama tim pakar dari Komnas Penilai Obat, Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan ITAGI masih melakukan kajian lebih lanjut terkait keamanan vaksin tersebut.

"BPOM juga melakukan komunikasi dengan WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain untuk mendapatkan hasil investigasi dan kajian yang lengkap serta terkini, terkait keamanan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Selama masih dalam proses kajian, vaksin Covid-19 AstraZeneca direkomendasikan tidak digunakan," kata Penny dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3/2021).

Penny mengatakan, penundaan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca dilakukan menyusul penangguhan sementara penggunaan vaksin tersebut di 15 negara di Eropa, karena adanya kejadian pembekuan darah usai penyuntikan vaksin.

Baca juga: Ketua DPD Dukung BPOM Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Ia mengatakan, negara-negara di Eropa hanya melakukan penangguhan sementara, namun tidak mencabut izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AstraZeneca.

Selain itu, Penny mengatakan, beberapa Badan Otoritas Obat global di Inggris, Swedia, Australia dan Kanada tetap menjalankan vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin AstraZeneca, meskipun ada informasi serius terkait vaksin tersebut.

"Hal ini didasarkan pada bukti ilmiah hasil uji klinik, dimana tidak ada indikasi keterkaitan antara vaksin dengan kejadian pembekuan darah," ujarnya.

Lebih lanjut, Penny mengatakan, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca yang tiba di Indonesia memiliki nomor bets yang berbeda dengan vaksin AstraZeneca yang diketahui menyebabkan pembekuan darah pasien di negara-negara Eropa.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Ditangguhkan Beberapa Negara, Apakah Ini Tepat?

Adapun vaksin AstraZeneca yang tidak masuk ke Indonesia itu memiliki nomor bets ABV5300, ABV3025 dan ABV2856.

Namun, Penny mengatakan, demi kehati-hatian BPOM tidak merekomendasikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.