KSAD: 1.099 PNS dan Prajurit TNI AD Meninggal karena Sakit Sepanjang 2019-2020

Kompas.com - 23/02/2021, 21:52 WIB
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam acara pendandatanganan kerja sama antara Kementan dan TNI AD di Kantor Pusat Kementan, Selasa (29/9/2020).
DOK. Humas KementanKasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam acara pendandatanganan kerja sama antara Kementan dan TNI AD di Kantor Pusat Kementan, Selasa (29/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa terus mendorong budaya olahraga di lingkungan TNI AD.

Dorongan itu menyusul banyaknya prajurit maupun Pegawai Negeri Sipil ( PNS) TNI AD yang meninggal dunia akibat sakit dalam dua tahun belakangan ini.

Hal itu diungkapkan KSAD ketika memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD 2021 di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: KSAD Pimpin Sertijab Koorsahli dan Komandan Puspom AD, 8 Perwira Tinggi Naik Pangkat

"Tahun 2019 kemarin, kami kehilangan prajurit dan PNS TNI AD sebanyak 385 orang yang disebabkan sakit. Tahun 2020 yang meninggal karena sakit meningkat menjadi 714 orang, hampir dua kali lipat," ujar KSAD dikutip dari Antara, Selasa (23/2/2021).

"Oleh karena itu, yang sudah kami lakukan dua tahun terakhir, budaya olahraga setiap hari, lakukan," sambung KSAD.

Ia berharap, para komandan satuan dapat terketuk hatinya dan berupaya mencari soluasi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Salah satunya solusi yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan kepedulian atas kondisi fisik dan kesehatan anggotanya, serta menggalakkan olahraga di satuannya masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, KSAD juga menyampaikan sejumlah kebijakan strategis pada 2021 sebagai upaya membangun TNI AD yang adaptif.

KSAD menjelaskan, bahwa seluruh kebijakan strategis TNI AD dalam pelaksanaannya diselaraskan dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

Baca juga: KSAD Naikkan Pangkat 8 Perwira Tinggi TNI AD, Berikut Rinciannya

Sehingga, penyampaian evaluasi program dan anggaran tahun 2020 maupun 2021 telah dilakukan refocusing dan relokasi belanja dengan menyesuaikan kondisi yang ada.

Untuk itu, KSAD menekankan kepada pimpinan TNI AD untuk menindaklanjuti semua kebijakan dan penekanan yang telah disampaikan.

"Itu lah yang kami maksud dengan adaptif. Apa yang kurang, ya terus diperbaiki. Apa yang sudah bagus, pasti masih ada celah untuk ditingkatkan lagi," kata KSAD.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X