Cegah Penyebaran Covid-19 di Pengungsian, Menko PMK: Pengungsi Harus Tes Swab

Kompas.com - 22/01/2021, 11:31 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat berkunjung ke lokasi banjir di Kalimantan Selatan, Kamis (21/1/2021). Dok. Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy saat berkunjung ke lokasi banjir di Kalimantan Selatan, Kamis (21/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, para pengungsi harus dites swab untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pengungsian.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat mengunjungi posko pengungsian di Stadion Demang Lehman, Kalimantan Selatan, Kamis (21/1/2021).

Pasalnya, kondisi posko pengungsian di lokasi tersebut cukup padat.

"Setiap tamu yang datang akan dilakukan rapid tes dan para pengungsi akan di-swab agar posko pengungsian tidak menjadi klaster Covid-19," kata Muhadjir dikutip dari siaran pers, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Pengungsi Gempa di Majene Meninggal karena Kedinginan

Oleh karena itu, ia pun meminta agar alat rapid test dan alat tes swab untuk para pengungsi bisa segera dikirim ke lokasi.

Dengan demikian, semua orang yang ada di lokasi pengungsian baik yang datang maupun pengungsi itu sendiri betul-betul dalam keadaan sehat.

Selain itu, mengingat kondisi pengungsian yang padat, Muhadjir juga meminta agar satu ruangan posko diisi satu atau dua keluarga saja.

"Apabila tidak memungkinkan, setiap orang di dalam posko pengungsian tetap menjaga protokol kesehatan," kata dia.

Dalam kunjungan itu, Muhadjir juga menyerahkan bantuan secara simbolis dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Kalimanta Selatan.

Baca juga: Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Bantuan tersebut berupa masker untuk dewasa dan anak-anak, perlengkapan sekolah dan buku bacaan untuk anak, bantuan alat sanitasi, family kit (selimut, sarung, handuk, dan pembalut), serta bantuan logistik pangan dan alat keselamatan berupa tenda pengungsi, pelampung dan perahu darurat.

Adapun banjir besar di Kalimantan Selatan menggenangi 11 kabupaten dan kota merendam 87.765 rumah warga.

Ketinggian air mencapai 2 meter dan menyebabkan 74.863 orang mengungsi, dengan korban meninggal sebanyak 21 orang.

Akibatnya, banyak sarana dam prasarana yang rusak. Mulai dari jembatan putus, tanggul jebol, jalan Trans Kalimantan putus, serta sekolah dan rumah ibadah yang rusak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X