DKPP: Arief Budiman Diberhentikan sebagai Ketua KPU, namun Tetap Komisioner

Kompas.com - 13/01/2021, 19:12 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bersiap memimpin pertemuan dengan Mendagri di kantor KPU Pusat, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Pertemuan tersebut membahas mengenai pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak yang akan diselenggarakan pada Desember 2020. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bersiap memimpin pertemuan dengan Mendagri di kantor KPU Pusat, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Pertemuan tersebut membahas mengenai pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak yang akan diselenggarakan pada Desember 2020. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP) Muhammad mengatakan, Arief Budiman diberhentikan dari jabatan Ketua KPU.

Namun demikian, ia menegaskan, sampai saat ini Arief masih sebagai Komisioner KPU.

"Pak Arief Budiman diberhentikan sebagai Ketua, namun tetap sebagai komisioner," kata Muhammad kepada Kompas.com, Rabu (13/1/2021).

Muhammad menjelaskan, putusan DKPP terkait pemberhentian Arief Budiman berlaku sejak putusan dibacakan pada Rabu (13/1/2021) pagi.

Baca juga: DKPP: Kedatangan Arief Budiman ke PTUN Timbulkan Kesan Perlawanan

Dengan dibacakannya putusan tersebut, Arief secara otomatis tidak lagi menjabat sebagai Ketua KPU.

Adapun Arief diberhentikan karena dinilai melakukan pelanggaran etik dengan mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menggugat pemberhentiannya ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN).

Oleh karena itu dalam putusan itu, DKPP menyatakan Arief diberhentikan dari jabatannya dan mengabulkan pengaduan dari pengadu sebagian.

Kemudian memerintahkan KPU untuk melaksanakan putusan ini paling lama tujuh hari sejak putusan dibacakan.

Perintah ini dimaksudkan agar KPU segera memilih ketua baru untuk menggantikan Arief Budiman.

Serta memerintahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi pelaksanaan putusan tersebut.

Baca juga: DKPP Perintahkan KPU Tindaklanjuti Putusan Pemberhentian Arief Budiman sebagai Ketua

Pihak yang mengadukan Arief, yakni seorang warga bernama Jupri yang menggugat dengan dalil aduan mendampingi atau menemani Evi Novida yang kala itu telah diberhentikan DKPP pada 18 Maret 2020 untuk mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta.

Selain itu, pengadu mendalilkan Arief telah membuat keputusan yang diduga melampaui kewenangannya yakni menerbitkan Surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X