KILAS

Persiapkan Hari Tua, Wanita Ini Jadi Peserta JKN-KIS

Kompas.com - 21/11/2020, 08:00 WIB
Masrifah (39) peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dok. Humas Kemendes PDTTMasrifah (39) peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

KOMPAS.com – Seiring berjalannya waktu, penting bagi seseorang untuk mempersiapkan diri sebelum potensi terkena berbagai macam penyakit datang.

Antisipasi dan persiapan hari tua itu bisa dilakukan dengan memiliki jaminan kesehatan yang bisa digunakan sewaktu-waktu dengan mudah.

Hal itu juga dilakukan Masrifah (39) dengan menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Mungkin sekarang saat kita masih sehat, tapi saat nanti sudah tua, ataupun saat sudah menderita sakit, terasa manfaat adanya program JKN-KIS ini,” ujar Masrifah.

Baca juga: Jalani Cuci Darah, Pria Ini Manfaatkan JKN-KIS

Masrifah menceritakan, keluarganya sendiri pun juga sudah pernah merasakan manfaat dari keberadaan program JKN-KIS.

Kala itu, Masrifah memanfaatkan JKN-KIS saat anaknya mendapatkan musibah rawat inap di rumah sakit.

“Anak saya juga sudah hampir tiga kali dirawat di rumah sakit dan semuanya ditanggung program JKN-KIS," imbuhnya lagi.

Menurut dia, dengan menggunakan JKN-KIS, tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan anaknya.

Baca juga: Lewat Virtual Ride, BPJS Kesehatan Kumpulkan Donasi Rp 34,9 Juta untuk Peserta JKN-KIS

Tak sampai di situ saja, dengan adanya program JKN-KIS Masrifah tak perlu khawatir terkait biaya pengobatan orangtuanya yang kini sudah berusia lebih dari 80 tahun.

"Dari mulai berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga berobat pada Poli Spesialis Penyakit Dalam di rumah sakit, semua biayanya ditanggung oleh program JKN-KIS," imbuhnya.

Masrifah menceritakan, dulu sebelum ada program ini, ia harus menyiapkan uang dan sempat membayar sendiri untuk biaya pengobatan ibu saat dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Mobile JKN, Jawaban Kemudahan Layanan Kesehatan di Masa Pandemi

"Tapi sekarang kami menjadi lebih tenang kalau mau mengantar ibu berobat, tidak kepikiran lagi harus menyiapkan uang untuk biaya pengobatan,” jelas Masrifah.

Ia pun mengaku sangat senang, bersyukur dan merasa terbantu dengan adanya program JKN-KIS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka 'Hotline' Pengaduan

Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka "Hotline" Pengaduan

Nasional
Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

Nasional
Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

Nasional
Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

Nasional
Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

Nasional
Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

Nasional
Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

Nasional
UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

Nasional
UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

Nasional
UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

Nasional
UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

Nasional
UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

Nasional
Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X