Kompas.com - 27/10/2020, 13:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Upacara hari ulang tahun kemerdekaan ke-75 RI yang digelar secara virtual pada 17 Agustus lalu rupanya diwarnai serangan hacker.

Hal itu diungkapkan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dalam acara yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/10/2020).

"Ketika 17 Agustus ada, saya enggak sebut negaranya, dari negara tertentu mencoba hack. Tapi, sudah di-take out oleh penegak hukum yang memang bertugas untuk itu," kata Heru.

Upacara HUT RI, 17 Agustus lalu, diketahui digelar secara terbatas di Istana demi mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Komplotan Hacker yang Retas Situs KPU Jember Masih Berusia 14 Tahun

Hanya Presiden Jokowi dan beberapa pejabat yang melangsungkan upacara di halaman Istana Merdeka.

Sisanya, para peserta mengikuti upacara secara virtual.

Ada 17.845 kuota yang disediakan Istana untuk mengikuti upacara HUT RI secara daring.

Heru menilai, adaptasi kebiasaan baru yang harus diterapkan di lingkungan Istana Kepresidenan karena pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan tersendiri.

Salah satu tantangannya adalah terkait keamanan. Jika HUT RI digelar secara offline seperti tahun-tahun sebelumnya maka setiap anggota masyarakat yang diundang mengikuti upacara bisa diperiksa terlebih dahulu oleh Paspampres sebelum memasuki Istana.

Namun, dengan acara yang digelar online, antisipasi gangguan keamanan menjadi lebih sulit.

"Kalau online di udara kita harus jaga dari hacker. Kita kan ada tim sendiri, kita libatkan teman-teman penegak hukum hadir dan menyisir," kata dia.

Baca juga: Hacker yang Retas Website KPU Jember dengan Umpatan ke DPR Ditangkap

Meski begitu, Heru menegaskan bahwa perangkat kepresidenan terus berupaya beradaptasi dengan kebiasaan baru selama pandemi ini. Acara-acara Presiden lain juga banyak diselenggarakan secara virtual.

Misalnya saat peresmian jalan tol, Presiden Jokowi melakukan peresmian dari Istana Bogor ataupun Jakarta.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta kepala daerah berada di lokasi peresmian.

"Itu kan berarti kita harus bekerja double. Ada yang menyiapkan dari Istana dan ada juga tim yang di lapangan," ucap Heru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puan Bicara 'Sinyal' Koalisi PDI-P dengan PKB

Puan Bicara "Sinyal" Koalisi PDI-P dengan PKB

Nasional
Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Nasional
Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Nasional
Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama 'Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik'

Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama "Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik"

Nasional
LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban 'Fake'

LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban "Fake"

Nasional
Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Nasional
Cak Imin: Minimal Saya jadi Wapres, PKB Kalah Gede Sama PDI-P

Cak Imin: Minimal Saya jadi Wapres, PKB Kalah Gede Sama PDI-P

Nasional
Kata Puan soal Dewan Kolonel yang Mendukungnya Vs Dewan Kopral Pendukung Ganjar untuk Pilpres 2024

Kata Puan soal Dewan Kolonel yang Mendukungnya Vs Dewan Kopral Pendukung Ganjar untuk Pilpres 2024

Nasional
MAKI Ungkap 25 Riwayat Perjalanan Luar Negeri Lukas Enembe, Diduga Sebagian Besar untuk Judi

MAKI Ungkap 25 Riwayat Perjalanan Luar Negeri Lukas Enembe, Diduga Sebagian Besar untuk Judi

Nasional
Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Nasional
Status 'Wanita Emas' Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Status "Wanita Emas" Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Nasional
Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Nasional
KPU Tetap Verifikasi Partai Republik Satu, Meski 'Wanita Emas' jadi Tersangka

KPU Tetap Verifikasi Partai Republik Satu, Meski "Wanita Emas" jadi Tersangka

Nasional
Makan Pecel Bareng Cak Imin, Puan: Kesukaannya Sama, Jangan-jangan Cocok

Makan Pecel Bareng Cak Imin, Puan: Kesukaannya Sama, Jangan-jangan Cocok

Nasional
MAKI Sentil Gubernur Papua Berjudi Saat Rakyat Sedang Kesusahan

MAKI Sentil Gubernur Papua Berjudi Saat Rakyat Sedang Kesusahan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.