Puan Maharani: Pancasila Tak Hanya Slogan, tapi Cara Berpikir dan Berperilaku

Kompas.com - 27/10/2020, 12:00 WIB
Ketua DPR Puan Maharani dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Dokumen DPR RIKetua DPR Puan Maharani dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, Pancasila semestinya bukan hanya menjadi slogan semata.

Menurut Puan, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam cara berpikir dan berperilaku.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam Round Table Discussion Lembaga Ketahanan Nasional, Selasa (27/10/2020).

"Pancasila tidak semata-mata ditempatkan sebagai slogan, tetapi Pancasila harus diwujudkan dalam cara berpikir, berperilaku, dan berkarya bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia," kata Puan dikutip dari keterangan pers yang diterima wartawan.

Baca juga: Demokrasi Indonesia masa Demorasi Pancasila (1966-1998)

Dia mengatakan, penting bagi negara untuk menjamin bahwa Pancasila mengisi seluruh tatanan kehidupan mulai dari politik, sosial, ekonomi, budaya, dan agama.

Apalagi, saat ini dunia makin tidak terbatas dengan hadirnya kemajuan teknologi dan industri sehingga masyarakat dunia dapat terbuka dan terhubung.

"Berbagai ideologi, cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup, dengan mudah masuk, meski belum tentu sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia," tutur Puan.

Puan mengatakan hal ini tak berarti Indonesia anti dengan budaya asing. Namun, nilai-nilai Pancasila yang menjadi jati diri bangsa harus mengakar kuat agar tidak tergerus dalam era globalisasi.

"Kita tidak anti budaya asing. Kita tidak dapat mengisolasi diri dari pengaruh budaya asing. Akan tetapi dengan kepribadian jiwa bangsa yang kuat, maka budaya asing dapat disaring dan dilarutkan dalam kebudayaan nasional," ujarnya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Jangan Ragukan Kesetiaan Warga Sumbar terhadap Pancasila

Ia pun menuturkan, penguatan nilai-nilai Pancasila merupakan tanggung jawab bersama lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Puan memastikan seluruh peraturan undang-undang yang diproduksi DPR tdak akan mengabaikan Pancasila.

Puan meyakini Pancasila menjadi penuntun bagi seluruh persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.

"Kita harus yakin bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, selama kita jadikan Pancasila sebagai bintang penuntun, maka Insya Allah kita mampug melalui setiap kesulitan dan menggapai mimpi serta cita-cita bersama," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X