Satgas Covid-19 Imbau Dokter yang Memiliki Komorbid Tidak Praktik Dahulu

Kompas.com - 19/09/2020, 11:38 WIB
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat menunggu pasien di ruang isolasi Rumah Sakit Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Selasa (14/07) ANTARA FOTO/Adeng BustomiTenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat menunggu pasien di ruang isolasi Rumah Sakit Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Selasa (14/07)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengimbau para dokter yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid agar tidak melakukan praktik tatap muka dengan pasien.

"Agar para dokter ini bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dan para dokter yang memiliki komorbid ini, kalau boleh, kalau bisa dilarang untuk melakukan kegiatan praktik dulu atau terlibat operasional," kata Doni dalam sebuah webinar, Sabtu (19/9/2020).

Baca juga: Satgas Sebut 7 Persen Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Tak Pernah Keluar Rumah

Doni mengatakan, para dokter yang memiliki komorbid dapat bekerja di balik layar atau melakukan praktik dan melayani pasien melalui teknologi telemecine.

Menurut Doni, hal itu dapat menjadi solusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal namun para dokter tidak menghadapi risiko tinggi.

"Di sini kan para dokter bisa bersatu, bisa bergabung, terutama mereka yang risikonya sangat tinggi untuk tidak di depan tanpa mengurangi semangat untuk berjuang memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Doni.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Banyak Hotel untuk Istirahat Dokter dan Tenaga Kesehatan

Doni pun menegaskan, para dokter harus dilindungi agar tidak tertular Covid-19 karena dokter merupakan aset penting dalam perang melawan Covid-19.

Doni menambahkan, kehilangan dokter juga akan membuat semangat masyarakat berkurang di tengah pandemi Covid-19.

"Kehilangan dokter akan membuat semangat masyarakat kita juga akan berkurang, karena ini perang, kita ini sekarang bertempur melawan sebuah musuh yang tidak kelihatan dan semangat bangsa itu harus dijaga," kata Doni.

Baca juga: IDI: Perjuangan Menghadapi Pandemi Covid-19 Masih Panjang

Sebelumnya, Ketua Umum Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Adib Khumaidi mengatakan, jumlah kematian dokter dan tenaga kesehatan Indonesia akibat Covid-19 semakin meningkat tajam.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Tim Mitigasi PB IDI hingga 17 September 2020 pukul 14.00 WIB, ada tambahan dua dokter yang meninggal dunia.

"Sehingga saat ini total 117 dokter di Indonesia yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19," ujar Adib sebagaimana dikutip dari siaran pers Tim Mitigasi IDI, Jumat (18/9/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X