Kepala Bakamla Temui Menlu, Bahas Coast Guard China Terobos Natuna

Kompas.com - 18/09/2020, 15:28 WIB
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia, Laksdya TNI Aan Kurnia bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Kamis (17/9/20) Dokumen Bakamla RIKepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia, Laksdya TNI Aan Kurnia bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Kamis (17/9/20)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Keamanan Laut ( Bakamla) Republik Indonesia, Laksdya TNI Aan Kurnia, Kamis (17/9/20), bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta.

Pertemuan digelar guna membahas berbagai topik, salah satunya mengenai peristiwa masuknya kapal coast guard China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Sabtu (12/9/2020).

"Salah satunya diskusi tentang itu tentu saja (soal coast guard China masuk ke Natuna)," ujar Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Panggil Wakil Dubes China, Kemenlu Tegaskan RI Tak Akui Nine Dash Line

Selain membahas peristiwa itu, keduanya juga membahas keamanan Laut Natuna Utara secara umum dan isu strategis lainnya yang berkaitan dengan wewnang Bakamla.

Wisnu mengatakan, saat ini terdapat dua kapal Bakamla yang sedang melakukan pengawasan di ZEE Indonesia.

Dua kapal tersebut adalah KN Pulau Nipah-321 dan KN Tanjung Datu-301 yang melakukan penjagaan sekaligus menggelar Operasi Cegah Tangkal Tahun 2020 di zona maritim barat Bakamla.

Baca juga: Sempat Bersitegang di Radio, Bakamla Usir Coast Guard China di Natuna

Wisnu menuturkan, dalam pengawasan tersebut, kedua kapal bekerja secara bergiliran.

"Bergiliran karena keterbatasan Bakamla," ungkap dia.

Selain itu, Bakamla juga mengawasi ZEE Indonesia melalui Pusat Komando dan Pengendalian Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Puskodal) Bakamla dan Indonesia Maritime Information Centre (IMIC).

"Kita juga memanfaatkan informasi dulu dari IMIC dan Puskodal Bakamla untuk efisiensi operasi," terang Wisnu.

Baca juga: Saat Bakamla dan Coast Guard China Bersitegang di Laut Natuna Utara...

Diberitakan, kapal KN Pulau Nipah-321 milik Bakamla mengusir kapal coast guard China dari wilayah ZEE Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Senin (14/9/2020).

Dalam pengusiran itu, personel KN Pulau Nipah sempat bersitegang dengan kapal China melalui radio karena saling menegaskan posisi dan klaim atas wilayah laut tersebut.

" Kapal Coast Guard China 5204 akhirnya bergerak keluar ZEE Indonesia dengan dibayang-bayangi KN Pulau Nipah-321 pada siang hari, Senin (14/9/2020) usai bersitegang melalui radio," ujar Wisnu dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X