Kompas.com - 16/09/2020, 18:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono menuturkan saat ini Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta masih mampu menerima pasien, baik yang bergejala maupun tidak (OTG). 

"Saat ini, hunian untuk tower 5 (terisi) 40 persen dan hunian untuk Tower 6 dan 7 rata-rata (terisi) 60 persen," ujar Tugas dalam konferensi pers yang digelar BNPB, Rabu (16/9/2020).

"Jadi masih cukup untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan di Wisma Atlet ini," sambungnya.

Ia pun memerinci kapasitas rumah sakit dadakan itu.

Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (pasien tanpa gejala) di tempatkan di tower 4 dan tower 5.

Baca juga: Satgas: Tower 4 Disiapkan, Tower 5 Wisma Atlet Sudah Beroperasi Rawat Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Tower 4 sendiri memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 1.546 unit. Hanya saja, sejauh ini belum ada penghuni yang menempati tower ini.

Sementara, tower 5 tersedia 1.570 tempat tidur dan 610 di antaranya sudah terisi. Secara persentase, jumlah penghuni di tower ini sudah mencapai 38,85 persen.

Sedangkan tower 6 dan tower 7 digunakan bagi pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang.

Tower 6 memiliki 1.036 tempat tidur dan sudah dihuni oleh 922 orang dengan persentase penghuni mencapai 89 persen.

Kemudian tower 7 tersedia tempat tidur sebanyak 1.578 unit dan sudah terisi sebanyak 578 penghuni, dengan persentase penghuni sebanyak 50,57 persen.

Baca juga: Ini Jalur Masuk RSD Wisma Atlet yang Wajib Diketahui Pasien Covid-19

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Bersurat ke DPR soal Pemekaran Wilayah, MRP Anggap Kekhususan Papua Dilenyapkan

Jokowi Bersurat ke DPR soal Pemekaran Wilayah, MRP Anggap Kekhususan Papua Dilenyapkan

Nasional
Politikus PDI-P Anggap Tak Tepat Penunjukan Luhut Urusi Polemik Minyak Goreng

Politikus PDI-P Anggap Tak Tepat Penunjukan Luhut Urusi Polemik Minyak Goreng

Nasional
 Jokowi Disebut Beri Sinyal Dukungan ke Ganjar, tapi Sadar Politik Itu Dinamis

Jokowi Disebut Beri Sinyal Dukungan ke Ganjar, tapi Sadar Politik Itu Dinamis

Nasional
PPKM Jawa-Bali dan Daerah Lain Diperpanjang, Masyarakat Boleh Lepas Masker di Area Terbuka dan Tak Padat

PPKM Jawa-Bali dan Daerah Lain Diperpanjang, Masyarakat Boleh Lepas Masker di Area Terbuka dan Tak Padat

Nasional
Komisi I DPR Kembali Bahas RUU PDP, Cari Titik Temu Soal Lembaga Pengawas

Komisi I DPR Kembali Bahas RUU PDP, Cari Titik Temu Soal Lembaga Pengawas

Nasional
KPK Periksa Tersangka Kasus Pengadaan Helikopter AW-101

KPK Periksa Tersangka Kasus Pengadaan Helikopter AW-101

Nasional
Anggota Komisi I: Butuh Investasi Besar untuk Remajakan Alutsista

Anggota Komisi I: Butuh Investasi Besar untuk Remajakan Alutsista

Nasional
Tak Ada Lonjakan Kasus 20 Hari Usai Lebaran, Covid-19 Terkendali?

Tak Ada Lonjakan Kasus 20 Hari Usai Lebaran, Covid-19 Terkendali?

Nasional
Kabareskrim Sebut Kasus 40 Petani Sawit di Bengkulu Selesai lewat 'Restorative Justice'

Kabareskrim Sebut Kasus 40 Petani Sawit di Bengkulu Selesai lewat "Restorative Justice"

Nasional
Singgung 3 Provinsi Baru di Papua, MRP Nilai Istana Lakukan Politik Pecah Belah

Singgung 3 Provinsi Baru di Papua, MRP Nilai Istana Lakukan Politik Pecah Belah

Nasional
Jokowi Disebut Berpotensi Jadi 'King Maker' pada Pilpres 2024 di Luar Megawati

Jokowi Disebut Berpotensi Jadi "King Maker" pada Pilpres 2024 di Luar Megawati

Nasional
DPR Sahkan Revisi UU PPP, Atur Metode 'Omnibus Law'

DPR Sahkan Revisi UU PPP, Atur Metode "Omnibus Law"

Nasional
45 Finalis Puteri Indonesia Datangi KPK untuk Pembekalan Antikorupsi

45 Finalis Puteri Indonesia Datangi KPK untuk Pembekalan Antikorupsi

Nasional
'Exercise' Masa Kampanye 75 Hari, KPU Sebut Pengelolaan Logistik Pemilu Tidak Mudah

"Exercise" Masa Kampanye 75 Hari, KPU Sebut Pengelolaan Logistik Pemilu Tidak Mudah

Nasional
Novel Ungkap Alasan Tak Tangkap Harun Masiku Saat Masih di KPK

Novel Ungkap Alasan Tak Tangkap Harun Masiku Saat Masih di KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.