Kemenkes dan Unicef Tandatangani MoU Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19

Kompas.com - 16/09/2020, 15:02 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan anggota Komisi IX DPR sebelum mengikuti Rapat Dengar Pandapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). RDP tersebut membahas efektivitas pengorganisasian dan penganggaran dalam penanganan COVID-19, termasuk perkembangan tentang uji vaksin untuk COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan anggota Komisi IX DPR sebelum mengikuti Rapat Dengar Pandapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). RDP tersebut membahas efektivitas pengorganisasian dan penganggaran dalam penanganan COVID-19, termasuk perkembangan tentang uji vaksin untuk COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan United Nation Childrens Fund ( Unicef) terkait kerja sama penyediaan layanan pengadaan vaksin virus corona (Covid-19).

MoU itu ditandatangani oleh Kementerian Kesehatan melalui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan perwakilan Unicef Indonesia, Rabu (16/9/2020).

"MoU antara Kementerian Kesehatan dengan Unicef yang merupakan pembaruan MoU yang telah ditanda tangani oleh kedua belah pihak sejak tahun 2004," kataTerawan.

Baca juga: Menlu: Vaksin Covid-19 dari Luar Negeri Diperkirakan Tersedia 2021

Menurut Terawan, Unicef memiliki peran yang sangat penting untuk membantu akses vaksin Covid-19 yang merata pada setiap negara yang tergabung dalam fasilitas Covax.

Covax adalah skema pembiayaan untuk menjamin ketersediaan akses vaksin Covid-19 yang cepat, adil, dan setimpal di dunia.

"Peran Unicef dalam rencana Covax Facility adalah sangat penting, yang mana upaya tersebut akan memastikan setiap negara termasuk Indonesia memiliki akses yang aman, cepat dan merata terhadap vaksin Covid-19," ujar Terawan.

Ia mengatakan, Unicef bersama mitranya sudah berkomitmen untuk memberikan vaksin yang aman dan efektif bagi negara yang tergabung dalam Covax Facility.

Baca juga: Menlu: Indonesia Konsisten Mendorong Akses Vaksin Covid-19 yang Setara

Oleh karena itu, ia menilai peran Unicef dalam rencana Covax Facility sangat penting terutama bagi Indonesia.

"Unicef dan mitranya berkomitmen terhadap negara-negara yang telah bergabung dalam Covax," ujarnya.

"Termasuk Indonesia untuk mengadakan dan memberikan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif secara cepat dan dalam skala besar," kata Terawan.

Di kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, berharap dengan adanya MoU ini membuat infrastruktur yang diperlukan untuk distribusi vaksin Covid-19 melalui skema multilateral sudah siap.

Baca juga: Bio Farma Ungkap 2 Pendekatan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Sehingga, vaksin Covid-19 bisa didistribusikan dengan tepat waktu.

"MoU ini merupakan infrastruktur yang kita bangun untuk persiapan pengadaan dan mekanisme delivery dari vaksin yang kita lakukan menggunakan mekanisme multirateral," ujar Retno Marsudi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X