Kompas.com - 14/09/2020, 13:32 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan  sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APresiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mendorong pemerataan tes Covid-19 di tiap daerah. Ia meminta ketimpangan tes yang terjadi saat ini harus ditekan.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas 'Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional' di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9/2020).

"Terkait dengan testing, ini minggu yang lalu saya sudah sampaikan bahwa kapasitas testing antar-daerah ini ketimpangannya harus segera diperkecil," kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi Minta Menkes Koreksi Protokol Keamanan di Rumah Sakit

Kepala Negara menekankan, tes Covid-19 sangat penting untuk bisa menemukan pasien positif, melakukan isolasi, serta menekan penularan.

"Jangan sampai ada yang sudah terlalu tinggi, tetapi ada provinsi-provinsi yang lain yang masih jauh di bawahnya," sambung dia.

Jokowi menyebut saat ini DKI Jakarta menjadi provinsi yang paling banyak melakukan testing, yakni misalnya di DKI saat ini sudah mencapai 324.000 orang.

Sementara daerah lainnya masih jauh di bawah Ibu Kota.

"Di Jawa Timur masih 184.000, di Jawa Tengah 162.000, di Jawa Barat 144.000, dan di provinsi-provinsi yang lain yang masih di bawah 100.000," kata Jokowi.

Adapun sampai Minggu (13/9/2020), Indonesia sudah memeriksa 2.560.104 spesimen dari 1.549.352 orang. Setiap orang bisa diambil spesimennya lebih dari sekali.

Baca juga: Sarankan Pembatasan Sosial Berskala Lokal, Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Buru-buru Tutup Wilayah

Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito sebelumnya mengatakan, ketimpangan tes Covid-19 ini terjadi karena kemampuan daerah yang berbeda-beda, baik dari segi jejaring laboratorium, tenaga kesehatan, maupun anggaran.

Akibat ketimpangan ini, maka jumlah tes di Indonesia masih di bawah standar yang ditetapkan WHO, yakni satu tes per 1.000 penduduk per minggu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X