Kompas.com - 01/09/2020, 13:14 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona Shutterstock/Anton27Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir menyebutkan, masyarakat tak perlu terlalu takut dengan stigma positif Covid-19.

Sebab, kata dia, yang dinyatakan positif belum tentu sakit.

"Stigma positif itu memang sebaiknya kita tidak perlu terlalu takut dengan positif karena positif pun belum tentu kita sakit," kata Abdul dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Kemenkes: Tidak Benar RS Covid-19 Semuanya Penuh

Abdul justru meminta masyarakat menghilangkan stigma positif dan negatif Covid-19 dan menggantinya dengan sakit dan tidak sakit.

Menurut dia, banyak di antara pasien positif tertular virus corona yang tak menunjukkan gejala sakit.

"Artinya, maksud saya jangan sampai yang positif itu nanti merasa bahwa dia ini dalam kondisi yang sakit," ujar Abdul.

Abdul pun menyebutkan bahwa pemerintah fokus mengobati pasien yang benar-benar sakit.

Sebagaimana bunyi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Revisi ke-5, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit adalah yang sakitnya sedang sampai berat.

Baca juga: Jokowi: Kita Punya PR Besar, Turunkan Lagi Angka Kematian Covid-19

Sementara, mereka yang dinyatakan positif tapi tak bergejala, cukup untuk tinggal di rumah dan isolasi mandiri, serta memperbaiki gizi agar sehat kembali.

Oleh karenanya, lanjut Abdul, saat ini pemerintah tak cemas dengan pelayanan dan tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit Covid-19.

"Itulah yang menyebabkan sampai sekarang ini rumah sakit kita sih tenang-tenang saja tidak seperti pada tahap-tahap awal," ujar Abdul.

"Tahap awal itu semua yang positif masuk rumah sakit, penuh rumah sakit. Maka apa yang terjadi? Tentunya pelayanan kita pada yang sakit tambah berkurang," tuturnya.

Baca juga: Kemenkes: Setiap Kantor Perlu Miliki Tim Penanganan Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X