Menkes: Implikasi Vaksinasi Covid-19 Tak Hanya Anggaran, tetapi Juga Politis

Kompas.com - 28/08/2020, 08:47 WIB
Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto memberisambutan saat pemulangan anak buah kapal (ABK) World Dream yang diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu terkait virus corona, di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Sebanyak 188 anak buah kapal diangkut menggunakan KRI Semarang dari Pulau Sebaru Kecil untuk dipulangkan ke keluarga masing-masing. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto memberisambutan saat pemulangan anak buah kapal (ABK) World Dream yang diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu terkait virus corona, di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Sebanyak 188 anak buah kapal diangkut menggunakan KRI Semarang dari Pulau Sebaru Kecil untuk dipulangkan ke keluarga masing-masing.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuturkan, perencanaan program vaksinasi Covid-19 harus dirancang secara tepat. Pasalnya, implikasi dari program ini tak hanya berdampak dari sisi anggaran, tetapi juga secara politis.

"Kita akan diskusi intensif. Kementerian Kesehatan pasti akan memberikan masukan rasional karena pengalaman dalam program vaksinasi," kata Terawan saat rapat dengan Komisi IX DPR, Kamis (27/8/2020), seperti dilansir Antara.

"Karena pelaksanaan vaksinasi bisa menimbulkan hal yang yang tidak baik kalau tidak dilakukan dengan perencanaan yang tepat," imbuh dia.

Baca juga: Erick Thohir Sebut Vaksin Covid-19 Bukan untuk Anak-anak

Ia menjelaskan, jika pada tahap awal jumlah vaksin Covid-19 yang dihasilkan terbatas, maka harus ada kebijakan yang didasari dengan pertimbangan yang matang.

Dalam hal ini, siapa yang harus didahulukan untuk mendapatkan vaksinasi tersebut.

Menurut Terawan, pihaknya akan menyusun skala prioritas dengan alasan yang benar dan tepat untuk menghindari timbulnya kekacauan. Selain itu, juga akan dirinci berapa banyak vaksinasi yang akan diberikan dalam kurun waktu tertentu.

"Kami harus detail sekali untuk masalah ini, karena juga menyangkut impact politik, selain anggaran. Karena tidak bisa langsung dalam sehari divaksinasi semua," ucapnya.

Baca juga: Vaksin Corona Indonesia, Sudah Sampai Mana Pengembangannya?

Sementara itu, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan, tak kurang dari 15 juta orang bisa mendapatkan 30 juta vaksin pada akhir 2020 jika uji klinis vaksin Covid-19 yang dikerjasamakan dengan Sinovac dari China dan G42 dari Uni Emirat Arab berjalan dengan baik.

Sinovac berkomitmen menyediakan bahan baku vaksin sebanyak 20 juta dosis pada akhir 2020 dan komitmen suplai bahan baku sebesar 250 juta dosis pada 2021 dengan overfill 10 persen.

Sedangkan G42 berkomitmen untuk menyediakan 10 juta dosis vaksin pada Desember 2020 dan 50 juta dosis pada kuartal pertama 2021.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X