[POPULER NASIONAL] Penambahan Kasus Covid-19 | Artis Promosikan RUU Cipta Kerja Dinilai Tak Punya Hati

Kompas.com - 17/08/2020, 06:51 WIB
Ilustrasi botol kaca vaksin Covid-19 GETTY IMAGES via BBC INDONESIAIlustrasi botol kaca vaksin Covid-19
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Data kasus penularan Covid-19 hingga Minggu (16/8/2020) menunjukkan, jumlah kasus positif Covid-19 telah mencapai 139.549 kasus.

Itu berarti, terdapat penambahan 2.081 kasus positif baru dalam 24 jam.

Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyesalkan tindakan influencer dan artis yang mempromosikan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

KSPI menilai, para pesohor itu tidak memiliki empati atas perjuangan buruh dan elemen masyarakat yang sejak awal menolak RUU Cipta Kerja.

Berikut berita terpopuler di Kompas.com, kemarin, selengkapnya:

1. Penambahan kasus positif Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan 25.414 spesimen yang diambil dari 9.218 orang.

Sebagai informasi, setiap satu orang dapat diambil spesimennya lebih dari satu kali.

Berdasarkan data yag sama terdapat 1.728 pasien yang kembali dinyatakan sembuh. Sehingga, akumulasi pasien sembuh sebanyak 93.103 orang.

Adapun jumlah pasien meninggal bertambah 79 orang, sehingga totalnya menjadi 6.150 orang.

Selengkapnya di sini

2. Artis yang promosikan RUU Cipta Kerja dinilai tak punya hati

Presiden KSPI Said Iqbal berharap agar para artis tidak kehilangan empati atas perjuangan buruh karena merasa sudah berkecukupan hidupnya.

Ia pun mendesak agar para artis dan influencer tersebut segera meminta maaf kepada publik.

"Para pesohor itu seperti tidak memiliki hati. mereka justru menerima bayaran untuk mengkampanyekan RUU Cipta Kerja tanpa memahami isinya yang merugikan rakyat," kata Said dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2020).

Said pun turut mengecam tindakan oknum yang memanfaatkan para influencer dan artis untuk membohongi rakyat tentang RUU Cipta kerja.

"Padahal pemerintah dan DPR sudah mengetahui jika penolakan terhadap omnibus law semakin meluas dan masif untuk menolak RUU Cipta Kerja," kata dia.

Selengkapnya di sini



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puspomad Segera Periksa Brigjen Junior Tumilaar Usai Bikin Surat Terbuka untuk Kapolri

Puspomad Segera Periksa Brigjen Junior Tumilaar Usai Bikin Surat Terbuka untuk Kapolri

Nasional
Pihak yang Ditangkap dalam OTT KPK di Kolaka Timur Masih Diperiksa

Pihak yang Ditangkap dalam OTT KPK di Kolaka Timur Masih Diperiksa

Nasional
Ketimpangan Akses Vaksin Sangat Lebar, Sekjen PBB: Dunia Bisa Sulit Keluar dari Pandemi Covid-19

Ketimpangan Akses Vaksin Sangat Lebar, Sekjen PBB: Dunia Bisa Sulit Keluar dari Pandemi Covid-19

Nasional
Mahfud Upayakan Amnesti Akademisi Korban UU ITE Saiful Mahdi Segera Keluar

Mahfud Upayakan Amnesti Akademisi Korban UU ITE Saiful Mahdi Segera Keluar

Nasional
OTT di Kolaka Timur, KPK Amankan Beberapa Pihak

OTT di Kolaka Timur, KPK Amankan Beberapa Pihak

Nasional
Kasus Covid-19 4.195.958, Pemerintah Perbolehkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun ke Mal

Kasus Covid-19 4.195.958, Pemerintah Perbolehkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun ke Mal

Nasional
Satgas: Tak Ada Jaminan Keberhasilan Penanganan Covid-19 Terus Bertahan, jika Tak Disiplin Prokes

Satgas: Tak Ada Jaminan Keberhasilan Penanganan Covid-19 Terus Bertahan, jika Tak Disiplin Prokes

Nasional
KPK Lakukan OTT di Kabupaten Kolaka Timur

KPK Lakukan OTT di Kabupaten Kolaka Timur

Nasional
Jokowi Akan Sampaikan Pidato di Sidang Ke-76 Majelis Umum PBB

Jokowi Akan Sampaikan Pidato di Sidang Ke-76 Majelis Umum PBB

Nasional
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Satgas Ingatkan Potensi Kenaikan Covid-19

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Satgas Ingatkan Potensi Kenaikan Covid-19

Nasional
Eks Pejabat DJP Angin Prayitno dan Dadan Ramdani Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Eks Pejabat DJP Angin Prayitno dan Dadan Ramdani Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Nasional
Anggaran yang Mubazir di Jakarta dan Keteladanan yang Hilang di Malang

Anggaran yang Mubazir di Jakarta dan Keteladanan yang Hilang di Malang

Nasional
Terima Dua Jenis Vaksin, Indonesia Kini Miliki 267,5 Juta Vaksin Covid-19

Terima Dua Jenis Vaksin, Indonesia Kini Miliki 267,5 Juta Vaksin Covid-19

Nasional
[POPULER NASIONAL] Rincian Daerah PPKM Level 2 | Jokowi Beri Bantuan Rp 100 Juta ke Verawaty Fajrin

[POPULER NASIONAL] Rincian Daerah PPKM Level 2 | Jokowi Beri Bantuan Rp 100 Juta ke Verawaty Fajrin

Nasional
KPK Eksekusi Mantan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.