Kompas.com - 30/07/2020, 15:16 WIB
Wali Kota Madiun, Maidi bersama Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Madiun, Setyawati Maidi dan Direktur Pemasaran PT Petro Kimia Gresik Digna Jatiningsih memanen padi  di lahan demplot aplikasi pupuk phonska plus milik kelompok tani Dadi Makmur di area persawahan Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Rabu (29/7/2020). DOK. Humas Pemkot MadiunWali Kota Madiun, Maidi bersama Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Madiun, Setyawati Maidi dan Direktur Pemasaran PT Petro Kimia Gresik Digna Jatiningsih memanen padi di lahan demplot aplikasi pupuk phonska plus milik kelompok tani Dadi Makmur di area persawahan Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Rabu (29/7/2020).

KOMPAS.com - Mengenakan masker dan rompi bertuliskan Pendekar Waras, lima petugas berjaga-jaga di beberapa pintu masuk di Kota Madiun.

Tak hanya sekedar berjaga, lima pendekar waras yang berasal dari lintas instansi itu mengecek satu per satu kendaraan yang masuk ke Kota Madiun.

Dalam penjagaan tersebut, petugas memberhentikan laju kendaraan pengemudi dan penumpang yang ketahuan tidak mengenakan masker.

Lalu, mereka disuruh memutar balik meninggalkan Kota Madiun lantaran tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Pemandangan itu terjadi saban harinya setelah Wali Kota Madiun Maidi menggelorakan pengetatan penerapan protokol kesehatan di seluruh lini di Kota Pendekar.

Baca juga: Jelang Perayaan Satu Suro, Pendekar dari Luar Kota Dilarang Masuk ke Madiun

Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Madiun itu menerjunkan 2.300 personel pendekar waras di seluruh titik-titik yang berpotensi menjadi kerumunan warga.

Pendekar waras yang memiliki kepanjangan Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Tangkal Corona Virus Warga Sehat itu tak hanya memiliki pakaian resmi saja.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun juga memiliki garda intel Pendekar Waras yang mengawasi berbagai lokasi rawan kerumunan dan pelanggaran protokol Covid-19.

Begitu mengetahui adanya pelanggaran protokol kesehatan di sebuah tempat keramaian, intel Pendekar Waras akan berkoordinasi dengan Satuan Gugus Tugas Covid-19 untuk dilakukan penindakan.

Baca juga: Terbukti Ampuh Cegah Penularan Covid-19, Kampung Tangguh Kota Madiun Diperluas

Kini, kinerja maksimal pendekar waras bentukan Maidi rupanya menuai hasil memuaskan.

Banyak yang ingin mencontoh kebijakan Maidi sehingga Kota Pendekar berada di urutan paling akhir jumlah pasien positif Covid-19 di Jawa Timur.

Bukan itu saja, Presiden RI Joko Widodo, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Hadi Tjahyono hingga Kepala Kepolisian Republik Indonesia Idham Azis juga mengakui kehebatan "Pendekar Waras" yang berhasil membendung penyebaran Covid-19 di Kota Madiun.

Hal itu terbukti dari tidak adanya pasien Covid-19 yang meninggal dan jumlah penderita terpapar corona paling sedikit di Jawa Timur.

Lebih lagi, kerja keras Pendekar Waras pun menorehkan Kota Madiun sebagai daerah yang sangat rendah resiko penularannya di Jawa Timur.

Baca juga: Tak Ada Transmisi Lokal dan Getolnya Kinerja Pendekar Waras, Kota Madiun Raih Zona Hijau Lagi

Kehebatan Pendekar Waras dalam kinerjanya dijadikan alat pengerem penyebaran Covid-19 bagi Maidi.

Sebab, tanpa adanya pengereman yang jelas dan terukur, penyebaran Covid-19 bisa tidak terkendali dan merajalela di Kota Pendekar.

“Presiden Jokowi menyatakan kepala daerah itu harus pandai dan pintar kapan mengerem dan kapan mengeggas. Jadi saya terapkan Covid-19 kami rem dengan Pendekar Waras dan ekonomi kami gas agar masyarakat sejahtera,” ujar Maidi.

Getolnya Pendekar Waras menertibkan warga yang tidak mentaati protokol kesehatan juga menjadikan Kota Madiun mendapatkan hadiah tambahan anggaran dari pemerintah pusat.

Pemerintah Kota Madiun mendapatkan tambahan anggaran Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 15 miliar untuk penanganan Covid-19 selama tiga bulan.

Baca juga: Tekan Persebaran Covid-19, Wali Kota Madiun Luncurkan Dua Program Inovatif

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Mobilitas Warga di Tempat Wisata Tinggi Sekali Selama Lebaran

Jokowi: Mobilitas Warga di Tempat Wisata Tinggi Sekali Selama Lebaran

Nasional
Okupansi Hotel di 4 Provinsi Naik 43 hingga 80 Persen, Jokowi Singgung 'Gas dan Rem'

Okupansi Hotel di 4 Provinsi Naik 43 hingga 80 Persen, Jokowi Singgung "Gas dan Rem"

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Tahap 3 Akan Dimulai di 4 Kota Besar, Jakarta Jadi Pilot Project

Vaksinasi Covid-19 Tahap 3 Akan Dimulai di 4 Kota Besar, Jakarta Jadi Pilot Project

Nasional
Jokowi Minta Pemda Tekan Keterisian RS Rujukan Covid-19 hingga di Bawah 50 Persen

Jokowi Minta Pemda Tekan Keterisian RS Rujukan Covid-19 hingga di Bawah 50 Persen

Nasional
Covid-19 Melonjak di Negara Tetangga, Jokowi: Hati-hati Pandemi Gelombang Kedua

Covid-19 Melonjak di Negara Tetangga, Jokowi: Hati-hati Pandemi Gelombang Kedua

Nasional
Polri Masih Perbaiki Berkas Perkara Unlawful Killing Laskar FPI

Polri Masih Perbaiki Berkas Perkara Unlawful Killing Laskar FPI

Nasional
Tingkatkan Akurasi Data Penyaluran Bansos, Kemensos Manfaatkan Sistem Digital

Tingkatkan Akurasi Data Penyaluran Bansos, Kemensos Manfaatkan Sistem Digital

Nasional
Jokowi: Hati-hati, Kasus Aktif Covid-19 Meningkat di 15 Provinsi

Jokowi: Hati-hati, Kasus Aktif Covid-19 Meningkat di 15 Provinsi

Nasional
Kuasa Hukum RJ Lino Minta Majelis Hakim Nyatakan Penyidikan yang Dilakukan KPK Tidak Sah

Kuasa Hukum RJ Lino Minta Majelis Hakim Nyatakan Penyidikan yang Dilakukan KPK Tidak Sah

Nasional
Jokowi: Jumlah Warga yang Nekat Mudik Ternyata Masih Banyak, 1,5 Juta

Jokowi: Jumlah Warga yang Nekat Mudik Ternyata Masih Banyak, 1,5 Juta

Nasional
Jokowi Akui Tracing dan Treatment dalam Penanganan Covid-19 Lemah

Jokowi Akui Tracing dan Treatment dalam Penanganan Covid-19 Lemah

Nasional
Jokowi: Semakin Banyak Testing Covid-19 Semakin Baik

Jokowi: Semakin Banyak Testing Covid-19 Semakin Baik

Nasional
Vaksin Covid-19 Novavax dan Pfizer Tiba Juni-Juli untuk Program Vaksinasi Pemerintah

Vaksin Covid-19 Novavax dan Pfizer Tiba Juni-Juli untuk Program Vaksinasi Pemerintah

Nasional
3 Laporan Terkait Azis Syamsuddin Sudah Lengkap, MKD DPR RI Akan Panggil Pelapor

3 Laporan Terkait Azis Syamsuddin Sudah Lengkap, MKD DPR RI Akan Panggil Pelapor

Nasional
Jokowi ke Kepala Daerah Se-Indonesia: Hati-hati Pasca-Lebaran

Jokowi ke Kepala Daerah Se-Indonesia: Hati-hati Pasca-Lebaran

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X