Menpan RB Sebut Telah Perketat Penerapan Protokol Kesehatan di Kantor

Kompas.com - 28/07/2020, 13:44 WIB
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo usai memberikan penghargaan zona integritas kepada instansi dan lembaga pusat serta daerah di Menara Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenPAN-RB Tjahjo Kumolo usai memberikan penghargaan zona integritas kepada instansi dan lembaga pusat serta daerah di Menara Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa pihaknya telah memperketat penerapan protokol kesehatan yang ada bagi pegawai yang bekerja di kantor.

Hal itu menyusul adanya empat pegawati Kemenpan RB yang telah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan sebelumnya.

"Pakai masker dan di saku atau tas harus bawa hand sanitizer. Semua disediakan kantor (jadi perlu) saling mengingatkan," kata Tjahjo kepada Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, terdapat 440 karyawan yang tersebar di 68 perkantoran di wilayah DKI Jakarta yang terpapar Covid-19.

Meski demikian, Tjahjo mengaku, aparatur sipil negara atau ASN menjadi pihak yang paling banyak terpapar Covid-19 dari klaster perkantoran.

"Sebenarnya, pada dasarnya di SE Menpan Nomor 58 sudah meminta untuk penerapan protokol kesehatan, hanya saja pengawasan atas penerapannya yang kurang," tutur Tjahjo.

Baca juga: Tjahjo Sebut Ada 4 Pegawai Kemenpan RB Positif Covid-19


Menurut dia, pejabat pembina kepegawaian (PPK) perlu memperketat pengawasan terhadap para ASN selama bekerja di kantor.

"Misalnya, menggunakan masker dan jaga jarak menjadi bagian dari disiplin pegawai atau jika ditemukan ada pegawai yang positif, maka kantor harus WFH (work from home) sementara," imbuhnya.

Selain pengawasan, ada beberapa hal yang juga perlu dilakukan yaitu mengurangi aktivitas rapat yang mengharuskan pertemuan fisik.

Bila terpaksa, maka rapat paling lama diselenggarakan 30 menit. Itu pun yang dibahas hanyalah hal penting dan berkaitan dengan keperluan pengambilan keputusan.

Selain itu, hindari penyediaan makanan saat rapat fisik.

Lebih jauh, Tjahjo menambahkan, kualitas sirkulasi udara di dalam ruangan juga harus diperhatikan dengan baik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X