Cerita Susi Pudjiastuti Ikut Kejar Paket C: Tidak Perlu Malu...

Kompas.com - 09/07/2020, 18:10 WIB
Susi Pudjiastuti dengan perahu dayung milik Mulyani, nelayan Pandeglang yang mendapat perahu dari metode tukar guling dengan perahu baru. SUHANASusi Pudjiastuti dengan perahu dayung milik Mulyani, nelayan Pandeglang yang mendapat perahu dari metode tukar guling dengan perahu baru.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, tidak perlu malu apabila ingin melanjutkan sekolah yang putus di tengah jalan ataupun mengikuti ujian kejar Paket C.

Hal ini dikatakan Susi berkaitan dirinya yang juga mengambil ujian kejar Paket C saat masih menjabat sebagai menteri.

"Tidak perlu malu, enggak ada yang salah. Kalau enggak ujian juga enggak perlu malu," kata Susi saat berbincang dengan Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di akun Youtube SandiunoTV, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Kisi-kisi UN 2020 Kejar Paket C, Jurusan IPA: Mapel Matematika

Kompas.com pun sudah mendapat izin untuk mengutip perbincangan tersebut dari tim Sandiaga Uno.

Diketahui, Susi Pudjiastuti pada Jumat (13/7/2018), berhasil mendapatkan ijazah kejar paket C dari PKBM Bina Pandu Mandiri, Ciamis.

Sebelum mendapatkan ijazah tersebut, Susi mengikuti ujian pada 11-13 Mei lalu.

Saat berbincang dengan Kompas.com, Susi mengaku senang mendapatkan ijazah tersebut.

Baca juga: Anies Berharap Menteri Susi Jadi Teladan Buat yang Putus Sekolah agar Mengambil Paket C

Tidak hanya itu, dia juga menjadi lulusan terbaik dari 569 peserta yang mengikuti tes kejar paket C.

"Karatan saja masih yang terbaik, hahaha...," kata Susi.

Susi merupakan anggota Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Meskipun tidak memiliki pendidikan formal, kala itu Presiden Joko Widodo memercayakan jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan kepadanya.

Baca juga: Fakta Doni Jualan Mi Setan dengan Penghasilan Rp 10 Juta Per Hari, Ikut Kejar Paket C hingga Pernah Terjebak Rentenir

Susi lahir pada 15 Januari 1965 di Pangandaran. Ayahnya bernama Haji Ahmad Karlan dan ibunya bernama Hajjah Suwuh Lasminah.

Keduanya berasal dari Jawa Tengah, namun sudah lima generasi hidup di Pangandaran.

Setelah mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP, Susi kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, namun berhenti di kelas 2.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Minta Calon Kepala Daerah Laporkan Sumbangan Kampanye dengan Jujur

KPK Minta Calon Kepala Daerah Laporkan Sumbangan Kampanye dengan Jujur

Nasional
Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat, Satgas: Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat, Satgas: Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Nasional
IBC: DPR Tiap Tahun Sama, Rencana Tinggi tetapi Minim Realisasi

IBC: DPR Tiap Tahun Sama, Rencana Tinggi tetapi Minim Realisasi

Nasional
Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19, Kemlu Teken Perjanjian Kontribusi Bilateral dengan CEPI

Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19, Kemlu Teken Perjanjian Kontribusi Bilateral dengan CEPI

Nasional
Minta Pemda Beri Sanksi Warga yang Menolak Dites Covid-19, Satgas: Jangan Pandang Bulu

Minta Pemda Beri Sanksi Warga yang Menolak Dites Covid-19, Satgas: Jangan Pandang Bulu

Nasional
Kritisi Rencana Revisi UU BPK, Formappi Khawatir Ada Kepentingan Politik

Kritisi Rencana Revisi UU BPK, Formappi Khawatir Ada Kepentingan Politik

Nasional
Penuhi Undangan Istana, Konsorsium Pembaruan Agraria Nilai Respons Jokowi Tak Sesuai Harapan

Penuhi Undangan Istana, Konsorsium Pembaruan Agraria Nilai Respons Jokowi Tak Sesuai Harapan

Nasional
Kasus Covid-19 DKI Tinggi, Satgas Minta Anies Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 DKI Tinggi, Satgas Minta Anies Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Nasional
Prolegnas Prioritas 2021, PSHK: Prioritaskan RUU Percepat Penanganan Covid-19

Prolegnas Prioritas 2021, PSHK: Prioritaskan RUU Percepat Penanganan Covid-19

Nasional
Kemenkes Minta Daerah Siapkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Kemenkes Minta Daerah Siapkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Nasional
Megawati: Tak Bisakah Sejarah 1965 Diluruskan Kembali?

Megawati: Tak Bisakah Sejarah 1965 Diluruskan Kembali?

Nasional
Covid-19 Meningkat, 3 Minggu Berturut-turut DKI Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Tertinggi

Covid-19 Meningkat, 3 Minggu Berturut-turut DKI Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Tertinggi

Nasional
Undangan Istana via WhatsApp Ditolak, Walhi: Kami Tak Bisa Dipecah-pecah

Undangan Istana via WhatsApp Ditolak, Walhi: Kami Tak Bisa Dipecah-pecah

Nasional
Sudah 104 Tersangka Ditetapkan Terkait Kasus Penyebaran Hoaks Covid-19

Sudah 104 Tersangka Ditetapkan Terkait Kasus Penyebaran Hoaks Covid-19

Nasional
4 Fraksi di DPR Tak Setuju RUU HIP Masuk Prolegnas Prioritas 2021

4 Fraksi di DPR Tak Setuju RUU HIP Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X