Jokowi: Jangan Lagi Beli dari Luar, Apalagi Hanya Masker

Kompas.com - 08/07/2020, 20:07 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool/wsj. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayPresiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool/wsj.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya segera membelanjakan anggaran untuk menggairahkan perekonomian di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

Kepala Negara juga mengingatkan semua kementerian dan lembaga untuk memprioritaskan produk dalam negeri. Jokowi mencontohkan belanja alat medis.

Menurut Presiden, saat ini sejumlah kebutuhan medis untuk penanganan pandemi Covid-19 telah mampu diproduksi di dalam negeri, mulai dari obat, alat uji spesimen PCR, hingga alat uji cepat Covid-19.

"Jangan ada lagi beli yang dari luar apalagi hanya masker, banyak kita produksinya," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Jokowi Minta Prabowo Beli Alutsista Dalam Negeri

Rapat tersebut digelar tertutup dari wartawan. Namun, Biro Pers menyampaikan siaran pers pada Rabu (8/7/2020) hari ini.

Jokowi mengatakan, alat pelindung diri dapat diproduksi 17 juta unit per bulan. Sementara  itu, kebutuhan dalam negeri kurang lebih hanya empat sampai lima juta unit.

"Hal-hal seperti ini saya mohon bapak/ibu menteri, pak sekjen, pak dirjen, tahu semuanya masalah dan problem yang kita hadapi," ucap Jokowi.

Baca juga: Menkes Terbitkan Protokol Pengawasan Perjalanan dalam Negeri

 

Hal yang sama, kata dia, berlaku bagi kementerian lainnya. Ia meminta semua kementerian berupaya mempercepat belanja anggaran, khususnya kementerian yang memiliki anggaran besar.

"Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 triliun, Kemenhan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun," kata Presiden.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X