Soal Pembelian Osprey, Kemenhan Belum Merujuk Merek Tertentu

Kompas.com - 08/07/2020, 17:52 WIB
MV-22 Osprey dengan baling-baling menghadap depan saat terbang. Bell HelicopterMV-22 Osprey dengan baling-baling menghadap depan saat terbang.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Djoko Purwanto menyatakan, Kemenhan saat ini tengah berencana membeli pesawat angkut personil untuk memenuhi kebutuhan TNI.

Namun, rencana pembelian itu baru sampai pada spesifikasi teknis dan belum merujuk pada produk tertentu.

"Tapi kita tidak merujuk pada satu produk tertentu," kata Djoko seperti dilansir dari Kompas.id, Rabu (8/7/2020).

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memberikan persetujuan rencana penjualan delapan pesawat Tiltrotor MV-22 Osprey Block C kepada Indonesia. Pengajuan rencana pembelian itu disebutkan telah disampaikan beberapa waktu lalu kepada Pemerintah AS.

Kepastian tersebut diketahui berdasarkan siaran pers Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan (DSCA) AS yang dikeluarkan di Washington DC, AS.

Baca juga: Mengenal MV-22 Osprey, Pesawat dengan Kemampuan Mendarat Helikopter

Bila rencana penjualan itu mulus, Indonesia akan menjadi negara ketiga yang akan menggunakan pesawat jenis itu setelah AS dan Jepang. Di negara asalnya, pesawat yang diproduksi Boeing Bell itu digunakan oleh Korps Marinir AS.

Berdasarkan keterangan tersebut, DSCA telah mengirimkan notifikasi akan kemungkinan penjualan Osprey tersebut ke Kongres AS pada hari yang sama.

Adapun nilai total pembelian kedelapan pesawat ini mencapai 2 miliar dollar AS atau setara Rp 28,9 triliun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X