SOROT POLITIK

Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun

Kompas.com - 04/07/2020, 06:39 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto di Jakarta, Kamis (3/10/2018) KOMPAS.com/ Putri Syifa NurfadilahMenteri Perindustrian Airlangga Hartanto di Jakarta, Kamis (3/10/2018)

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, sejauh ini Indonesia sudah mengalami krisis sebanyak 3 kali, yaitu pada 1998, 2004-2005, dan 2008. Krisis tersebut disebabkan dan diselesaikan dengan cara yang berbeda-beda.

Kini, Indonesia kembali mengalami krisis karena pandemi Covid-19. Menurut Airlangga, krisis kali ini menyerang human capital serta supply dan demand shock, yang berdampak pada penurunan ekonomi, peningkatan pengangguran, dan kenaikan kemiskinan.

Airlangga pun memprediksi, pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi mengalami minus. Ini karena penerapan pembatasan sosial berskala nasional (PSBB) yang menyebabkan perekonomian lumpuh sementara.

Baca juga: Ekonomi RI Diprediksi Terkontraksi 5,1 Persen di Kuartal II 2020

Airlangga berharap, minus tersebut tidak terulang pada kuartal III dan IV, yang termasuk pada akhir tahun.

Untuk mencapai hal tersebut, Airlangga melanjutkan, pemerintah melakukan beberapa upaya antara lain program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), exit strategy atau pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan normal baru, serta reset dan transformasi ekonomi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di luar rencana itu, Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah juga berupaya menumbuhkan perekonomian melalui sektor yang tidak terlalu terdampak dan masih berada pada kondisi positif, seperti makanan, minuman, rokok dan tembakau, batu bara, farmasi dan kesehatan, serta kelapa sawit.

Meski begitu, pada 2020 pemerintah masih memprioritaskan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca juga: UMKM Jadi Prioritas Ekspansi Kredit Rp 90 Triliun Bank Himbara

“Pemerintah telah menyiapkan dana untuk subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM. Hingga Minggu (31/5/2020), sudah ada 1.449.570 debitur yang mendapat tambahan subsidi bunga KUR,” kata Airlangga, dalam diskusi Pemulihan Ekonomi Indonesia yang digelar melalui Zoom, Jumat (3/7/2020).

Airlangga menambahkan, saat ini pemerintah juga tengah melakukan upaya peningkatan ekonomi melalui urban development.

Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan demand semen, baja, kabel, dan kebutuhan lainnya, yang nantinya akan memberikan multiplier effect pada perekonomian nasional.

Integrasi dan konektivitas

Penulis buku “Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia” Darmawan Prasodjo yang juga hadir dalam diskusi lewat Zoom itu, menyetujui upaya yang dikatakan Airlangga.

Menurutnya, saat ini ujung tombak perekonomian Indonesia terdapat pada integrasi dan konektivitas.

Buktinya, penjualan tenaga listrik di Provinsi Lampung tumbuh 10,08 persen setelah jalan tol di Sumatera dibangun.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia sekaligus pengamat ekonomi Ari Kuncoro mengatakan, langkah yang diambil pemerintah sudah tepat. Hanya saja belum maksimal.

Baca juga: Periode Transisi Normal Baru, Lalin di Jalan Tol Meningkat

Ari memaparkan, perekonomian adalah pertemuan antara produksi dan permintaan. Namun karena Covid-19 mengurangi pertemuan fisik, maka produksi dan permintaan pun berkurang. Maka dari itu, dibutuhkan pihak yang mengetahui kondisi lapangan.

“Dibutuhkan pihak yang memahami kebutuhan konsumen, bisa Kementerian BUMN atau Kementerian Desa, Pembangungan Daerah Tertinggal, dan Imigrasi. Mereka tahu pemetaan,” kata Ari.

Ari mencontohkan, pada kuartal III ini sektor pertanian dalam kondisi baik. Pemerintah pun harus melihat hal tersebut dan menghubungkannya dengan kebutuhan masyarakat.

“Dapat dilihat saat ini masyarakat belum membutuhkan barang elektronik atau manufaktur. Permintaannya berada pada kebutuhan basic seperti pangan,” kata Ari.

Baca juga: Pemerintah: Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Kehidupan Belum Normal Seperti Dulu

Meski begitu, Ari mengatakan, yang bisa memutus mata rantai Covid-19 dan menjadi penyelamat perekonomian Indonesia adalah vaksin.

“Harus ada kesabaran, serta konsep buka tutup hingga vaksin ditemukan,” kata Ari.

Senada dengan Ari, Airlangga pun mengatakan hal serupa. Maka dari itu, saat ini pemerintah telah menyediakan super tax deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.

“Siapa pun yang menemukan vaksin, Indonesia berharap dapat melakukan co-production secepatnya,” kata Airlangga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah Meninggal Usai Digigit Anjing, Pemilik Hewan Dinilai Punya Tanggung Jawab Penuh

Bocah Meninggal Usai Digigit Anjing, Pemilik Hewan Dinilai Punya Tanggung Jawab Penuh

Nasional
Menhan: Produk Sishankamrata Sudah Berusia 50 Tahun Lebih, Perlu Aktualisasi

Menhan: Produk Sishankamrata Sudah Berusia 50 Tahun Lebih, Perlu Aktualisasi

Nasional
Pesta Pernikahan Dapat Picu Klaster Covid-19, Menko PMK: Harus Diwaspadai

Pesta Pernikahan Dapat Picu Klaster Covid-19, Menko PMK: Harus Diwaspadai

Nasional
16 Pegawai Kementerian PANRB Positif Covid-19, Tjahjo Terapkan WFH 75 Persen

16 Pegawai Kementerian PANRB Positif Covid-19, Tjahjo Terapkan WFH 75 Persen

Nasional
PGI Dorong Gereja Tahan Diri Adakan Ibadah di Tengah Lonjakan Covid-19

PGI Dorong Gereja Tahan Diri Adakan Ibadah di Tengah Lonjakan Covid-19

Nasional
IDAI: Kasus Covid-19 pada Anak 12,5 Persen, Semua Kegiatan Harus Daring

IDAI: Kasus Covid-19 pada Anak 12,5 Persen, Semua Kegiatan Harus Daring

Nasional
ICW Pertanyakan Ketidaktahuan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron soal Penggagas TWK

ICW Pertanyakan Ketidaktahuan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron soal Penggagas TWK

Nasional
Kapolri Tinjau Vaksinasi dan Posko PPKM Mikro di Madiun dan Bangkalan

Kapolri Tinjau Vaksinasi dan Posko PPKM Mikro di Madiun dan Bangkalan

Nasional
Wapres Ingin Seluruh Komponen Cadangan dan Pendukung Disiapkan Sejak Dini

Wapres Ingin Seluruh Komponen Cadangan dan Pendukung Disiapkan Sejak Dini

Nasional
Mendagri Sebut Produk Indonesia Tak Kalah dengan Brand Luar Negeri

Mendagri Sebut Produk Indonesia Tak Kalah dengan Brand Luar Negeri

Nasional
Luhut: Kita Mudah Membangun, tetapi Kadang-kadang Susah Memelihara

Luhut: Kita Mudah Membangun, tetapi Kadang-kadang Susah Memelihara

Nasional
Wapres Ingatkan Seluruh Komponen Bangsa Selalu Siap Siaga dan Waspada

Wapres Ingatkan Seluruh Komponen Bangsa Selalu Siap Siaga dan Waspada

Nasional
52 Orang di Lingkungan DPR Positif Covid-19, 12 di Antaranya Anggota DPR

52 Orang di Lingkungan DPR Positif Covid-19, 12 di Antaranya Anggota DPR

Nasional
46 Anggota dan Staf DPR Covid-19, Cak Imin Dorong Rapat DPR digelar Virtual

46 Anggota dan Staf DPR Covid-19, Cak Imin Dorong Rapat DPR digelar Virtual

Nasional
Pemerintah Tanggung Biaya Penanganan KIPI Vaksin Covid-19, Termasuk Program Gotong Royong

Pemerintah Tanggung Biaya Penanganan KIPI Vaksin Covid-19, Termasuk Program Gotong Royong

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X