Pemerintah: Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Kehidupan Belum Normal Seperti Dulu

Kompas.com - 02/07/2020, 17:20 WIB
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak ADirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Penanganan Virus Corona Ahmad Yurianto mengatakan, vaksin Covid-19 belum juga ditemukan.

Oleh karenanya, ia meminta seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan supaya aman dari penularan virus.

"Permasalahan ini belum bisa kita atasi dengan memberikan kekebalan buatan melalui vaksin," kata Yuri di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (2/7/2020).

"Oleh karena itu mari kita harus aman dari Covid," tuturnya.

Yuri mengatakan, saat ini para ahli masih terus mencoba menemukan vaksin Covid-19. Namun demikian, upaya itu belum membuahkan hasil.

Baca juga: Uji Coba Vaksin Virus Corona Ini Menunjukkan Perkembangan Positif

Untuk itu, lanjut Yuri, tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, melainkan seluruh warga dunia.

"Proses pembuatan vaksin terus dilakukan oleh para ahli, sampai saat ini masih belum kita temukan," ujarnya.

Menurut Yuri, meskipun belakangan pemerintah menyampaikan pemberlakuan new normal atau kehidupan normal baru, hal ini tidak bisa dimaknai sebagai kembalinya kehidupan normal seperti sebelum pandemi.

Baca juga: Dua Kandidat Vaksin Corona Terdepan Versi WHO, Apa Saja?

Dalam situasi new normal, masyarakat kembali produktif, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Protokol yang dimaksud mulai dari menjaga jarak minimal lebih dari 1 meter, memakai masker di ruang publik, dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

" New normal adalah kita mengubah kebiasaan-kebiasaan yamg dahulu kita anggap normal karena saat itu ancaman Covid-19 belum ada," kata Yuri.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X