Gubernur Sulsel: Isu Pandemi untuk Memperkaya Pihak Tertentu Hambat Penanganan Covid-19

Kompas.com - 10/06/2020, 11:58 WIB
Gubernurb Sulsel Nurdin Abdullah saat konferensi pers di rumah pribadinya mengenai 2 penderita positif corona di Sulawesi Selatan, Kamis (19/3/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANGubernurb Sulsel Nurdin Abdullah saat konferensi pers di rumah pribadinya mengenai 2 penderita positif corona di Sulawesi Selatan, Kamis (19/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan, adanya isu bahwa pandemi Covid-19 bertujuan memperkaya sejumlah pihak menghambat penanganan penularan penyakit tersebut oleh pemerintah daerah (pemda).

Menurut Nurdin, isu tersebut disampaikan sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Yang menjadi masalah adalah ada sekelompok orang yang menyebarkan berita hoaks. Utamanya (narasi) soal Covid-19 merupakan sebuah skenario untuk memperkaya RS dan dokter," ujar Nurdin dalam konferensi pers secara daring bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (10/6/2020).

Isu lain yang disebarkan, yakni masyarakat disebut tidak perlu takut dengan Covid-19 karena penyakit ini tidak berbahaya.

Baca juga: Penjelasan Gubernur Sulsel soal Pemakaman Jenazah PDP Negatif dengan Protap Covid-19

Kedua narasi itu, kata Nurdin, membuat masyarakat merasa bimbang.

"Mereka jadi berpikir apakah benar Covid-19 itu berbahaya? Padahal masyarakat Sulawesi Selatan sudah ketat dalam menerapkan pencegahan penularan," ungkapnya.

"Ini sangat mengganggu upaya kami dalam memutus penularan Covid-19," tegas Nurdin.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini sedang giat menelusuri persoalan ini.

Nurdin mengatakan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan akan tetap berupaya melanjutkan edukasi pencegahan penularan Covid-19 kepada masyarakat.

Baca juga: PSBB Makassar Diperpanjang, Gubernur Sulsel: Tidak Ada Lagi Siram-siram Orang

"Saya mengimbau kepada masyarakat, bahwa Covid-19 ini merupakan ancaman bagi kira semua. Sebab kita belum memiliki vaksin dan obatnya. Jangan mudah terprovokasi orang-orang yang tak bertanggung jawab," tuturnya.

Lebih lanjut, Nurdin mengungkapkan, secara umum masih ada tiga daerah di Sulawesi Selatan yang hingga saat ini mencatat kasus penularan Covid-19, yaitu Makassar, Luwu Timur dan Maros.

"Sementara yang lain saya kira insyaallah belum ada lagi transmisi lokal," tuturnya.

Sementara itu, hingga Selasa (9/6/2020), tercatat 180 kasus baru penularan Covid-19 di Sulawesi Selatan. Sehingga total kasus Covid-19 di provinsi itu mencapai 2.194 kasus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menag Yaqut: Masyarakat di Zona Oranye dan Merah Silakan Shalat Tarawih di Rumah

Menag Yaqut: Masyarakat di Zona Oranye dan Merah Silakan Shalat Tarawih di Rumah

Nasional
MUI Sarankan Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tetap Puasa

MUI Sarankan Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tetap Puasa

Nasional
Jokowi: Pemerintah Sudah Siapkan Peta Jalan Pengembangan Industri 4.0

Jokowi: Pemerintah Sudah Siapkan Peta Jalan Pengembangan Industri 4.0

Nasional
SBY Daftarkan Merek Partai Demokrat secara Pribadi ke Kemenkumham

SBY Daftarkan Merek Partai Demokrat secara Pribadi ke Kemenkumham

Nasional
Kasus Korupsi di Bintan, KPK Dalami Proses Pengajuan dan Permohonan Izin Kuota Cukai

Kasus Korupsi di Bintan, KPK Dalami Proses Pengajuan dan Permohonan Izin Kuota Cukai

Nasional
Amnesty: Bukan Rekonsiliasi jika Tanpa Pengakuan dan Pertanggungjawaban Pelaku

Amnesty: Bukan Rekonsiliasi jika Tanpa Pengakuan dan Pertanggungjawaban Pelaku

Nasional
Menag: 13 Orang di Bawah Sumpah Menyatakan Hilal Sudah Terlihat

Menag: 13 Orang di Bawah Sumpah Menyatakan Hilal Sudah Terlihat

Nasional
Ucapkan Selamat Puasa, Wapres: Ramadhan Kali Ini Masih Perjuangan

Ucapkan Selamat Puasa, Wapres: Ramadhan Kali Ini Masih Perjuangan

Nasional
Survei Capres 2024: Elektabilitas Susi Pudjiastuti Tertinggi di Antara Tokoh Non-Parpol

Survei Capres 2024: Elektabilitas Susi Pudjiastuti Tertinggi di Antara Tokoh Non-Parpol

Nasional
KSPI Minta Pemerintah Tegakkan Aturan Pemberian THR

KSPI Minta Pemerintah Tegakkan Aturan Pemberian THR

Nasional
Menag: Penetapan 1 Ramadhan Tanpa 'Dissenting Opinion'

Menag: Penetapan 1 Ramadhan Tanpa "Dissenting Opinion"

Nasional
Pemerintah Ubah Interval Vaksinasi Covid-19 Astrazeneca maupun Sinovac, Begini Penjelasannya

Pemerintah Ubah Interval Vaksinasi Covid-19 Astrazeneca maupun Sinovac, Begini Penjelasannya

Nasional
PBNU: 1 Ramadhan 1442 H Jatuh pada 13 April 2021

PBNU: 1 Ramadhan 1442 H Jatuh pada 13 April 2021

Nasional
Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo Dinilai Layak Jadi Cagar Budaya

Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo Dinilai Layak Jadi Cagar Budaya

Nasional
Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Covid-19 Aman untuk Vaksinasi Dosis Kedua Bulan April

Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Covid-19 Aman untuk Vaksinasi Dosis Kedua Bulan April

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X