Kompas.com - 22/05/2020, 16:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menyatakan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia masih bertambah.

Berdasarkan data yang masuk hingga Jumat (22/5/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 634 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Sejumlah kasus baru itu menyebabkan kini ada 20.796 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Hal ini diungkapkan Achmad Yurianto saat konferensi pers dari Graha BNPB di Jakarta pada Jumat sore.

"Kasus konfirmasi Covid-19 meningkat sebanyak 634 orang, sehingga totalnya menjadi 20.796 orang," ujar Yurianto.

Baca juga: Pemerintah Diminta Perbaiki Komunikasi soal Penanganan Covid-19, Ini Alasannya

Pemerintah juga menyampaikan harapan di tengah masih banyaknya penularan virus corona di masyarakat.

Sebab, ada 219 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dalam sehari.

Mereka dipastikan sembuh berdasarkan dua kali hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan negatif virus corona.

Dengan demikian, secara akumulatif ada 5.057 pasien yang dinyatakan sembuh dari penyakit Covid-19.

Namun, masih ada kabar duka dengan adanya 48 pasien Covid-19 yang meninggal dalam periode 21-22 Mei 2020.

"Sehingga, total menjadi 1.326 orang," ujar Yurianto.

Baca juga: Gugus Tugas Covid-19: Indonesia Masih Darurat Bencana

 

Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.KOMPAS.COM/Shutterstock Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.

Pemerintah mengaku terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan virus corona di Indonesia. Hal ini terlihat dari pengembangan laboratorium yang dilakukan.

Kini sudah ada 69 laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan dengan metode real time PCR.

Selain itu, juga ada 35 laboratorium yang digunakan dengan metode tes cepat molekuler (TCM).

Hasilnya, saat ini total ada 229.334 spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama. Namun, data kali ini tidak memperlihatkan secara jelas berapa orang yang sudah diambil sampelnya secara akumulatif.

Dalam periode sehari ini, ada 9.359 spesimen yang diperiksa. Sebanyak 9.082 di antaranya dengan metode PCR dan 277 dengan TCM.

Data kali ini memperlihatkan bahwa ada 148.173 orang yang hasil pemeriksaannya negatif virus corona. Kemudian, ada 20.796 orang yang positif.

Dengan demikian, total orang yang diperiksa ada 168.969.

Data PDP dan ODP

Hingga saat ini kasus Covid-19 sudah tercatat di 395 kabupaten/kota dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Pemerintah menyebutkan bahwa ada 47.150 orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19.

Adapun 11.028 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ferdy Sambo Minta Bharada E Dipecat dari Polri

Ferdy Sambo Minta Bharada E Dipecat dari Polri

Nasional
Purnawirawan, Artis hingga Aktivis Jadi Kader PAN, Zulhas: Banyak Sekali yang Bergabung

Purnawirawan, Artis hingga Aktivis Jadi Kader PAN, Zulhas: Banyak Sekali yang Bergabung

Nasional
PKS: Gerindra-PKS Punya Cerita Sukses Berkoalisi Usung Anies Baswedan

PKS: Gerindra-PKS Punya Cerita Sukses Berkoalisi Usung Anies Baswedan

Nasional
Sempat Kekeh Bertahan, Massa Aksi Tolak RKUHP di Depan Gedung DPR Membubarkan Diri

Sempat Kekeh Bertahan, Massa Aksi Tolak RKUHP di Depan Gedung DPR Membubarkan Diri

Nasional
Eks Kabag Gakkum Kesal Diperintah dengan Nada Tinggi, Sambo: Saya Minta Maaf

Eks Kabag Gakkum Kesal Diperintah dengan Nada Tinggi, Sambo: Saya Minta Maaf

Nasional
Jaksa Agung Tegaskan Tidak Mau Ada Bolak-balik Berkas Perkara Pelanggaran HAM Berat

Jaksa Agung Tegaskan Tidak Mau Ada Bolak-balik Berkas Perkara Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Perkuat Kemitraan RI di Pasifik, Menlu Retno Temui Perwakilan Negara-negara Pasifik

Perkuat Kemitraan RI di Pasifik, Menlu Retno Temui Perwakilan Negara-negara Pasifik

Nasional
 Khawatir Singgung Pelecehan Seksual, Putri Candrawathi Minta Persidangan Tertutup

Khawatir Singgung Pelecehan Seksual, Putri Candrawathi Minta Persidangan Tertutup

Nasional
Diminta Bubar, Massa Aksi Tolak RKUHP Masih Bertahan di depan DPR

Diminta Bubar, Massa Aksi Tolak RKUHP Masih Bertahan di depan DPR

Nasional
PT Bina Karya Jadi Milik Otorita IKN, Erick Thohir: Saya Rela

PT Bina Karya Jadi Milik Otorita IKN, Erick Thohir: Saya Rela

Nasional
Penolak Pengesahan RKUHP Berencana Menginap di DPR, Yasonna: Enggak Usahlah, Enggak Ada Gunanya

Penolak Pengesahan RKUHP Berencana Menginap di DPR, Yasonna: Enggak Usahlah, Enggak Ada Gunanya

Nasional
Ferdy Sambo Minta Maaf karena Seret Senior-Junior di Kasusnya

Ferdy Sambo Minta Maaf karena Seret Senior-Junior di Kasusnya

Nasional
Kontras Sebut KUHP Baru Tak Perbaiki Pengaturan Material Terkait Pelanggaran HAM Berat

Kontras Sebut KUHP Baru Tak Perbaiki Pengaturan Material Terkait Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Bantah Richard Eliezer, Sambo: Tidak Ada Motif Lain, Apalagi Perselingkuhan

Bantah Richard Eliezer, Sambo: Tidak Ada Motif Lain, Apalagi Perselingkuhan

Nasional
Banyak yang Tolak Pengesahan RKUHP, Yasonna: Belum Ada UU yang 100 Persen Disetujui

Banyak yang Tolak Pengesahan RKUHP, Yasonna: Belum Ada UU yang 100 Persen Disetujui

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.