Ridwan Kamil Sebut Hasil PSBB Se-Jawa Barat Menggembirakan

Kompas.com - 16/05/2020, 17:02 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melihat dua alat pendeteksi Covid-19 buatan ilmuan Jabar di FMIPA Unpad, Bandung, Kamis (14/5/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melihat dua alat pendeteksi Covid-19 buatan ilmuan Jabar di FMIPA Unpad, Bandung, Kamis (14/5/2020).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) membuahkan hasil yakni menurunkan kasus Covid-19 di Jawa Barat.

Seperti diketahui, Jawa Barat telah menerapkan PSBB yang berlaku di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat sejak 6 Mei 2020 lalu.

"Selama PSBB ini hasilnya menggembirakan, kami ada data pada saat PSBB Bodebek, pada saat ditambahi dengan Bandung Raya dan kota/kabupaten sisanya, terjadi penurunan," kata Ridwan Kamil dalam potongan video yang ditayangkan dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Sabtu (16/5/2020).

Baca juga: Pemerintah: PSBB adalah Senjata untuk Mengendalikan Penularan Covid-19

Emil, sapaaan akrab Ridwan Kamil, menuturkan, sebelum penerapan PSBB, penambahan harian kasus Covid-19 di Jawa Barat berada di angka sekitar 40 kasus per hari.

"Di akhir PSBB ini, di hari ini saya wawancara itu sudah turun ke 21-24 kasus per hari," kata mantan Wali Kota Bandung tersebut.

Emil melanjutkan, sebelum PSBB terdapat peningkatan jumlah pasien di rumah sakit di mana pada akhir April ada sekitar 430 pasien sedangkan sekarang jumlahnya turun menjadi sekitar 350 pasien.

Baca juga: Yurianto: Presiden Minta Gugus Tugas Covid-19 Pastikan PSBB Efektif Tekan Kasus Kematian

Kemudian, Emil menyebut sebelum PSBB angkat kematian akibat Covid-19 sebanyak 7 orang per hari dan kini turun menjadi 4 orang per hari setelah PSBB diterapkan.

"Kemudian ada kenaikan kesembuhan hampir dua kali lipat," ujar Ridwan Kamil.

Emil menambahkan, setelah pemberlakuan PSBB, hanya 37 persen kecamatan di Jawa Barat yang terdapat kasus positif Covid-19 dan harus diwaspadai, sedangkan 63 persen lainnya masuk kategori aman terkendali.

"Sehingga, pasca-PSBB kami bisa melakukan relaksasi ekonomi, hidup kembali normal, tapi dengan pembatasan," kata Kang Emil.

Baca juga: Anies Baswedan Pastikan Tidak Ada Pelonggaran PSBB di DKI Jakarta



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X