Sambil Menunggu Vaksin Covid-19, Indonesia Diminta Tingkatkan Diplomasi

Kompas.com - 11/05/2020, 20:08 WIB
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal saat hadir dalam acara breakfast meeting bersama para CEO perusahaan asing dan duta besar di Hotel Hilton, Bandung, Kamis (24/10/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIMantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal saat hadir dalam acara breakfast meeting bersama para CEO perusahaan asing dan duta besar di Hotel Hilton, Bandung, Kamis (24/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggagas Kongres Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal menyarankan pemerintah Indonesia mulai meningkatkan diplomasi untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di masa mendatang.

Menurut dia, hal ini penting mengingat keberadaan vaksin Covid-19 yang diperkirakan akan menjadi rebutan semua negara di dunia.

"Kita harus meningkatkan diplomasi vaksin. Sebab yang kita kawatir adalah vaksin itu baru satu tahun mungkin nanti baru bisa final diproduksi dan didistribusi. Dan semua negara akan rebutan," ujar Dino dalam konferensi pers secara daring bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (11/5/2020).

Baca juga: Update Perkembangan 10 Calon Vaksin Virus Corona di Dunia

Dino memperkirakan negara-negara berkembang akan menjadi yang paling sulit mendapatkan vaksin Covid-19.

Terlebih, apabila ke depannya kondisi ekonomi Indonesia mengalami masa krisis hingga vaksin itu selesai diproduksi.

"Pada saat vaksin didistribusikan sementara ekonomi akan semakin melambat dan bahkan mungkin akan memasuki situasi krisis. Sehingga kita perlu menguatkan diplomasi vaksin ini," tegas Dino.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini juga mengingatkan bahwa saat ini kerja sama dunia internasional untuk penanganan Covid-19 masih minim.

Baca juga: Negara Berkembang Diprediksi Sulit Mendapatkan Vaksin Covid-19

Pasalnya, kini negara-negara di dunia juga masih bingung dengan penanganan Covid-19.

"Negara-negara cenderung melindungi diri sendiri. Kalau kita mau keluar dari krisis ini, maka harus ada kerja sama internasional. Tentu yang paling utama adalah kita harus memantabkan jaringan internasional kita untuk membantu meredakan Covid-19 di dalam negeri," tutur Dino.

Dia mencontohkan hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan terkait alat tes Covid-19.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gantikan Luhut, Mentan Syahrul Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Gantikan Luhut, Mentan Syahrul Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Nasional
Polri Nilai Deklarasi Benny Wenda Bentuk Provokasi dan Propaganda

Polri Nilai Deklarasi Benny Wenda Bentuk Provokasi dan Propaganda

Nasional
85 Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Positif Covid-19, Kepala BP2MI: Masalah Serius

85 Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Positif Covid-19, Kepala BP2MI: Masalah Serius

Nasional
Dilaporkan Putri Kalla ke Polisi, Ferdinand Hutahaean: Saya Tak Pernah Serang Dia atau Keluarganya

Dilaporkan Putri Kalla ke Polisi, Ferdinand Hutahaean: Saya Tak Pernah Serang Dia atau Keluarganya

Nasional
Anggota KY Tanya Yanto Yunus soal Motivasi Jadi Hakim MA di Usia 30 Tahun

Anggota KY Tanya Yanto Yunus soal Motivasi Jadi Hakim MA di Usia 30 Tahun

Nasional
Ini 18 Nama Calon Anggota Ombudsman 2021-2026 yang Diserahkan Jokowi ke DPR

Ini 18 Nama Calon Anggota Ombudsman 2021-2026 yang Diserahkan Jokowi ke DPR

Nasional
Diduga Ada Kekerasan, Amnesty Sebut Polisi Gunakan Tongkat Hingga Kayu Saat Amankan Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Diduga Ada Kekerasan, Amnesty Sebut Polisi Gunakan Tongkat Hingga Kayu Saat Amankan Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Nasional
Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri ke Bareskrim

Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri ke Bareskrim

Nasional
Presiden Jokowi Terima 18 Nama Calon Anggota Ombudsman RI

Presiden Jokowi Terima 18 Nama Calon Anggota Ombudsman RI

Nasional
BP2MI: Taiwan Hentikan Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia

BP2MI: Taiwan Hentikan Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Nasional
Pakar Hukum Internasional: Klaim Benny Wenda Tak Berdasar

Pakar Hukum Internasional: Klaim Benny Wenda Tak Berdasar

Nasional
KPK Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo di Widya Chandra

KPK Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo di Widya Chandra

Nasional
Dokter Ungkap Biaya Perawatan Jaksa Pinangki Capai Rp 100 Juta Per Tahun

Dokter Ungkap Biaya Perawatan Jaksa Pinangki Capai Rp 100 Juta Per Tahun

Nasional
Penyidik Dihalangi Saat Beri Surat Panggilan ke Rizieq Shihab, Polri Singgung soal Sanksi

Penyidik Dihalangi Saat Beri Surat Panggilan ke Rizieq Shihab, Polri Singgung soal Sanksi

Nasional
Mendagri Minta Pemerintah Daerah Evaluasi APBD Tahun 2020

Mendagri Minta Pemerintah Daerah Evaluasi APBD Tahun 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X