10 Hari Larangan Mudik, 25.728 Kendaraan Pemudik Disuruh Putar Balik

Kompas.com - 04/05/2020, 11:08 WIB
Gerbang Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek di Cawang, Jakarta ditutup, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOGerbang Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek di Cawang, Jakarta ditutup, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H.
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menunjukkan, hingga Minggu (3/5/2020) kemarin, sebanyak 25.728 kendaraan pemudik diminta putar balik.

Seperti diketahui, pemerintah telah melarang mudik sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona yang menyebabkan wabah Covid-19.

"Hingga hari ke-10 Operasi Ketupat (3/5/2020), total keseluruhan kendaraan pemudik yang diputar balik 25.728 kendaraan," kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Benyamin ketika dihubungi, Senin (4/5/2020).

Baca juga: Demi Mudik ke Lampung, Pasutri Bayar Rp 2 Juta untuk Sembunyikan Mobil di Truk

Jumlah tersebut mencakup kendaraan pribadi, kendaraan umum, dan sepeda motor.

Kendaraan yang paling banyak dipulangkan berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan total 10.562 kendaraan.

Kemudian, total kendaraan yang nekat mudik dari Jawa Timur sejumlah 5.214 kendaraan, dari Jawa Barat sebanyak 3.402 kendaraan.

Diikuti dengan kendaraan yang masih nekat mudik di Banten, Jawa Tengah, Lampung, dan Yogyakarta.

"Jumlah kendaraan yang diputar balik oleh Polda Banten 3.207 kendaraan, Polda Jawa Tengah 2.364 kendaraan, Polda Lampung 708 kendaraan, dan Polda DIY 271 kendaraan," ujar Benyamin.

Baca juga: Tak Bisa Mudik, Pemprov Jatim Beri Bantuan bagi Mahasiswa Perantau di Malang

Diberitakan, pemerintah telah resmi mengeluarkan aturan soal pelarangan mudik. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020.

Pelarangan mudik itu berlaku mulai 24 April pukul 00.00 WIB hingga 31 Mei 2020.

Selama 24 April hingga 7 Mei 2020, masyarakat yang masih nekat mudik hanya akan dikenakan sanksi pemulangan.

Setelah 7 Mei 2020, masyarakat yang melanggar ketentuan mudik tersebut akan terancam penjara selama satu tahun dan denda Rp 100 juta.

Baca juga: Berbagai Upaya Mudik di Tengah Pandemi Covid-19, Berujung Diamankan Polisi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X