Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

RRI Siarkan "Belajar di Pro2", Fasilitasi Kegiatan Mengajar di Tengah Wabah Covid-19

Kompas.com - 14/04/2020, 15:08 WIB
Tsarina Maharani,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menghadirkan program "Belajar di Pro2" yang khusus memfasilitasi kegiatan belajar mengajar guru dan siswa di tengah wabah Covid-19.

Direktur Utama RRI Muhammad Ruhanudin mengatakan, program Belajar di Pro2 disiarkan di programa 2 setiap Senin hingga Jumat pukul 10.00-11.00 WIB.

Baca juga: KPAI Terima 213 Pengaduan Pembelajaran Jarak Jauh, Mayoritas Keluhkan Beratnya Tugas dari Guru

"Program Belajar di Pro2 merupakan program yang diinisasi RRI, diselenggarakan tiap Senin-Jumat mulai pukul 10.00-11.00 WIB," kata Ruhanudin dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Ia menjelaskan, melalui program ini RRI mengundang para guru untuk mengajar jarak jauh, baik dengan hadir di studio maupun melalui sambungan telepon.

Program dikemas interaktif dengan menyediakan layanan telepon bagi para siswa untuk bertanya kepada guru.

"Menghadirkan para guru sekolah 'mengajar di udara'. Mereka bisa hadir di studio atau di rumah melalui telepon lalu interaktif tanya jawab," jelas Ruhanudin.

Baca juga: Pemerintah Diminta Segera Tetapkan Kurikulum Pembelajaran Jarak Jauh

Menurutnya, program belajar ini mampu menjalin hubungan emosional guru dan siswa karena sifatnya yang interaktif.

Selain belajar-mengajar, para guru sekaligus dapat menyampaikan pesan kepada siswa-siswa dalam menghadapi pandemi virus corona.

"Program Belajar Di Pro 2 ini adalah untuk menjalin hubungan emosional guru dan murid agar tetap terjalin mesra," ucapnya.

"Guru dapatt mengambil kesempatan untuk memasukan pesan cara-cara menghindari serangan Covid-19," imbuh Ruhanudin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usai Dihujat Karena Foto Starbucks, Zita Anjani Kampanye Dukung Palestina di CFD

Usai Dihujat Karena Foto Starbucks, Zita Anjani Kampanye Dukung Palestina di CFD

Nasional
Kemenag: Jangan Tertipu Tawaran Berangkat dengan Visa Non Haji

Kemenag: Jangan Tertipu Tawaran Berangkat dengan Visa Non Haji

Nasional
'Presidential Club' Dinilai Bakal Tumpang Tindih dengan Wantimpres dan KSP

"Presidential Club" Dinilai Bakal Tumpang Tindih dengan Wantimpres dan KSP

Nasional
Soal Presidential Club, Pengamat: Jokowi Masuk Daftar Tokoh yang Mungkin Tidak Akan Disapa Megawati

Soal Presidential Club, Pengamat: Jokowi Masuk Daftar Tokoh yang Mungkin Tidak Akan Disapa Megawati

Nasional
Gaya Politik Baru: 'Presidential Club'

Gaya Politik Baru: "Presidential Club"

Nasional
Kemenag Rilis Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji, 22 Kloter Terbang 12 Mei 2024

Kemenag Rilis Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji, 22 Kloter Terbang 12 Mei 2024

Nasional
Luhut Minta Orang 'Toxic' Tak Masuk Pemerintahan, Zulhas: Prabowo Infonya Lengkap

Luhut Minta Orang "Toxic" Tak Masuk Pemerintahan, Zulhas: Prabowo Infonya Lengkap

Nasional
PDI-P Yakin Komunikasi Prabowo dan Mega Lancar Tanpa Lewat 'Presidential Club'

PDI-P Yakin Komunikasi Prabowo dan Mega Lancar Tanpa Lewat "Presidential Club"

Nasional
Zulhas: Semua Mantan Presiden Harus Bersatu, Apalah Artinya Sakit Hati?

Zulhas: Semua Mantan Presiden Harus Bersatu, Apalah Artinya Sakit Hati?

Nasional
Soal 'Presidential Club', Yusril: Yang Tidak Mau Datang, Enggak Apa-apa

Soal "Presidential Club", Yusril: Yang Tidak Mau Datang, Enggak Apa-apa

Nasional
Soal Presidential Club, Prabowo Diragukan Bisa Didikte Presiden Terdahulu

Soal Presidential Club, Prabowo Diragukan Bisa Didikte Presiden Terdahulu

Nasional
Soal 'Presidential Club', Golkar Yakin Prabowo Bisa Menyatukan para Presiden Terdahulu

Soal "Presidential Club", Golkar Yakin Prabowo Bisa Menyatukan para Presiden Terdahulu

Nasional
Tanggapi Isu 'Presidential Club', PDI-P: Terlembaga atau Ajang Kongko?

Tanggapi Isu "Presidential Club", PDI-P: Terlembaga atau Ajang Kongko?

Nasional
Cak Imin Sebut PKB Jaring Calon Kepala Daerah dengan 3 Kriteria

Cak Imin Sebut PKB Jaring Calon Kepala Daerah dengan 3 Kriteria

Nasional
Golkar: 'Presidential Club' Bisa Permudah Prabowo Jalankan Pemerintahan

Golkar: "Presidential Club" Bisa Permudah Prabowo Jalankan Pemerintahan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com