Jokowi Minta Uji Spesimen Covid-19 Dimasifkan dan Gandeng TNI-Polri

Kompas.com - 14/04/2020, 12:50 WIB
Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3/2020) malam. Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. dok Istana KepresidenanPresiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3/2020) malam. Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta uji spesimen dan pelacakan pasien Covid-19 dilakukan lebih masif.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, melalui konferensi video, Selasa (14/4/2020).

"Pengujian sampel secara masif harus ditingkatkan, tingkatkan pengujian sampel yang masif. Harus dilakukan dengan pelacakan yang agresif serta dengan diikuti isolasi yang ketat," ujar Jokowi.

Baca juga: Pengiriman Spesimen Covid-19 dari Gorontalo Terhambat Minimnya Penerbangan ke Makassar

Ia pun meminta uji spesimen dan pelacakan pasien positif Covid-19 melibatkan TNI-Polri sehingga prosesnya semakin masif.

Jajarannya harus memanfaatkan teknologi, isalnya sensor tubuh, big data dan lainnya dalam proses pelacakan pasien Covid-19.

"Saya sampaikan benar-benar diberi perhatian tingkat pengujian sampel yang masif, pelacakan yang agresif dan isolasi yang ketat," kata Presiden Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini 2 Alat Deteksi Corona yang Diklaim Bisa Mengetes 10.000 Spesimen Per Hari

"Dan dibutuhkan dukungan sarana prasarana medis yang memadai termasuk penggunaan teknologi. Baik yang menyangkut sensor tubuh, baik menyangkut big data, baik menyangkut IoT (Internet of Things), AI (Artificial Intelligence), semua harus kita pakai," lanjut dia.

Sebelummya, Presiden Jokowi meminta spesimen yang dites lewat polymerase chain reaction (PCR) diperbanyak.

Hal itu bertujuan untuk mengetahui jumlah riil penderita Covid-19 di Indonesia.

Instruksi tersebut disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui sambungan konferensi video, Senin (13/4/2020).

Baca juga: Tangani Covid-19, Pemerintah Telah Aktifkan 60 Laboratorium untuk Periksa Spesimen

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.