Ada Penolakan, Ridwan Kamil Minta TNI/ Polri Kawal Pemakaman Jenazah Covid-19

Kompas.com - 04/04/2020, 06:07 WIB
Wapres Maruf Amin saat melakukan video conference dengan Gubernur Jawa Barat terkait penanganan Covid-19 di Jawa Barat, Jumat (3/4/2020). ISTIMEWAWapres Maruf Amin saat melakukan video conference dengan Gubernur Jawa Barat terkait penanganan Covid-19 di Jawa Barat, Jumat (3/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, salah satu permasalahan yang mengemuka di wilayahnya yakni soal penolakan pemakaman jenazah yang meninggal akibat Covid-19.

Oleh karena itu, ia sudah membuat instruksi gubernur yang isinya mengamanatkan agar bupati dan wali kota bertindak taktis apabila ada penolakan penguburan.

"Yang mengemuka adalah penolak penguburan. Saya sudah buat instruksi gubernur (ingub) yang isinya mengamanatkan agar bupati/ wali kota bertindak taktis," ujar Ridwan Kamil saat laporan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin melalui video conference, Jumat (3/4/2020).

Baca juga: Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

Adapun isi instruksi tersebut yakni agar setiap penguburan jenazah akibat Covid-19 dikawal oleh aparat TNI/ Polri.

Hal tersebut diusulkannya kepada panglima TNI dan dikabulkan.

"Sehingga sekarang setiap penguburan, menjaga dinamika, TNI mengawal," kata dia.

Selain itu, ia meminta para ulama di Jawa Barat seperti Aa Gym, Ustadz Aam Amiruddin, hingga Syamsi Ali untuk membuat kampanye menghormati jenazah dan tidak boleh menolaknya.

Secara pribadi, Ridwan Kamil juga mengaku mengedukasi masyarakat bahwa secara ilmiah, virus tersebut mati setelah 7 jam jenazah mati.

Baca juga: Ditanya Wapres Dampak Karantina Wilayah Cegah Covid-19, Ini Kata Ridwan Kamil

Dengan prosedur pemakaman melalui disinfektan, pembalseman, pemlastikan, dan menggunakan peti mati. 

"Jadi prosedurnya sudah sangat berlapis-lapis, hanya karena masyarakat belum paham, terprovokasi oleh mereka yang kurang punya pengetahuan sehingga masih terjadi," ucap dia. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Nasional
OTT Bupati Banggai Laut, KPK Juga Tangkap Pihak Swasta

OTT Bupati Banggai Laut, KPK Juga Tangkap Pihak Swasta

Nasional
Ahli Epidemiologi: Ada 4 Indikator untuk Mengukur Keberhasilan Penanganan Pandemi

Ahli Epidemiologi: Ada 4 Indikator untuk Mengukur Keberhasilan Penanganan Pandemi

Nasional
Penyidik Punya Waktu 1x24 Jam Tentukan Status Penahanan Ustaz Maaher

Penyidik Punya Waktu 1x24 Jam Tentukan Status Penahanan Ustaz Maaher

Nasional
Wapres Pastikan Merger Bank Syariah Didukung SDM Mumpuni

Wapres Pastikan Merger Bank Syariah Didukung SDM Mumpuni

Nasional
Wapres Minta Pengusaha Sumbang Inisiatif Tangani Covid-19

Wapres Minta Pengusaha Sumbang Inisiatif Tangani Covid-19

Nasional
Ida Fauziyah, Menteri Keempat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ida Fauziyah, Menteri Keempat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Nasional
Tiga Provinsi Catat Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 1.000, Satgas: Ada Perbedaan Data dengan Pusat

Tiga Provinsi Catat Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 1.000, Satgas: Ada Perbedaan Data dengan Pusat

Nasional
Pasien Positif Covid-19 Tetap Dapat Memilih pada Pilkada, Ini Mekanismenya

Pasien Positif Covid-19 Tetap Dapat Memilih pada Pilkada, Ini Mekanismenya

Nasional
Long Covid Mengintai 'Survivor' Covid-19 Bergejala Sedang hingga Kritis

Long Covid Mengintai "Survivor" Covid-19 Bergejala Sedang hingga Kritis

Nasional
Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

Nasional
Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

Nasional
Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

Nasional
BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X