Tenaga Medis Keluhkan APD Langka, Jokowi: 180 Negara Berebutan

Kompas.com - 23/03/2020, 11:01 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penangangan COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020). Presiden meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar dan beribadah di rumah serta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa dihambat dan diberhentikan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras. ANTARAFOTO/SIGID KURNIAWANPresiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penangangan COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020). Presiden meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar dan beribadah di rumah serta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa dihambat dan diberhentikan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengakui masih banyak keluhan tenaga medis di lapangan mengenai kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD).

Padahal, APD ini penting untuk mencegah tenaga medis tertular virus corona dari pasien Covid-19 yang tengah dirawat.

Jokowi pun beralasan APD di banyak negara saat ini memang langka dan menjadi rebutan.

"Masih banyak keluhan mengenai yang berkaitan dengan kelangkaan APD. Perlu saya sampaikan bahwa sekarang ini 180 negara kurang lebih semuanya berebutan untuk mendapatkan baik itu APD, baik itu masker, baik itu sanitizer, semuanya, semua negara," kata Jokowi usai meninjau RS Darurat Corona di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Jokowi: Chloroquine Bukan Obat Utama, tetapi Sukses Tekan Covid-19 di Beberapa Negara

Kendati demikian, Jokowi bersyukur Indonesia masih memliki stok APD yang dapat dibagikan ke rumah sakit.

"Kita alhamdulilah pada hari Sabtu kemarin, kita telah siap lagi 105 ribu APD. Yang ini pada hari ini akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang ada di tanah air," ucap Jokowi.

Jokowi merinci, sebanyak 45.000 unit APD akan didistribusikan di DKI Jakarta, Bogor dan Provinsi Banten.

Kemudian 40.000 unit akan didistribusikan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali.

Sebanyak 10.000 lainnya akan didistribusikan ke seluruh provinsi yang luar Jawa-Bali.

"Sebanyak 10.000 sisanya sebagai cadangan," kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi turut menyampaikan terima kasih dan mengumumkan insentif bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di wilayah tanggap darurat.

Baca juga: Seluruh Pihak Diminta Mendukung Upaya Hadapi Covid-19

Ia juga sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada tenaga medis yang terinfeksi virus corona dan meninggal dunia.

Hingga Minggu (22/3/2020) tercatat kasus Covid-19 berjumlah 514 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 48 kasus yang tersebar di 20 provinsi.

Beberapa yang terinfeksi Corona dan meninggal dunia adalah tenaga medis.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X